Ismail Hasani: Status Tersangka Veronica Koman Berlebihan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Eksekutif SETARA Institute Ismail Hasani mengkritik kepolisian karena menetapkan Veronica Koman, sebagai tersangka atas dugaan kasus menyebar provokasi di media sosial terkait persoalan Pulau Papua. Hasani menilai berlebihan penetapan tersangka tersebut.

“Itu tindakan berlebihan atau tindakan penggunaan kewenangan secara eksesif oleh kepolisian,” kata Hasani, Minggu (8/9).

Ismail Hasani mengaku sudah melihat konten media sosial milik Veronica Koman. Konten yang disampaikan Veronica, kata dia, banyak berisikan video kejadian di Papua.

“Kalau diperiksa isi Twitter yang bersangkutan, sebenarnya menyebarkan fakta di lapangan,” ucap Ismail Hasani.

Dia tidak yakin konten yang diunggah Veronica, bisa memprovokasi rakyat di Papua, kemudian memunculkan demonstrasi berujung rusuh.

“Jadi, saya kira itu tindakan yang berlebihan dari aparat kepolisian. Karena itu saya kira Polri penting untuk mempertimbangkan ulang penetapan tersangka ini,” lanjut dia.

Rasamala Aritonang: Revisi UU Melemahkan Lembaga KPK

Khloe Kardashian Tersiksa Perselingkuhan Tristan-Jordyn Woods

Donna Agnesia Didik Anaknya Jaga Kesehatan Gigi

Perempuan India Berumur 73 Tahun Lahirkan Bayi Kembar

(Sulit Judul)

Selain berlebihan, penetapan tersangka kepada Veronica berpotensi menguatkan eskalasi di Pulau Papua.

Pemerintah pusat hanya berani mengusut perkara hukum yang melibatkan pihak Papua.

“Justru akan memperburuk situasi dan menambah kebencian dan ketidakpercayaan masyarakat Papua terhadap Jakarta. Itu akan menyulitkan proses dialog yang konstruktif yang kini diretas oleh pemerintah Indonesia,” timpal Ismail Hasani. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah

Comment

Loading...