Kejaksaan Negeri Maros Tak Tahan Hatta, Ini Kata LSM

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAROS– Sudah sepekan ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Maros, dalam kasus dugaan pungutan liar pengurusan akta jual beli (AJB), Camat Simbang Muhammad Hatta dan staf Kecamatan Simbang, Sofyan belum juga ditahan.

Hal ini dipertanyakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Maros. Bahkan penyidik Kejari Maros diduga memberikan perlakuan istimewa kepada kedua tersangka.

Sekretaris LSM Pekan 21, Amir Kadir menduga penyidik Kejaksaan Negeri Maros terkesan ingin mengaburkan kasus dugaan pungli ini, dengan sengaja menutup informasi terkait perkembangannya.

“Kami menduga ada perlakuan khusus kepada tersangka, padahal sudah sangat jelas peran dan status mereka,” katanya.

Hal ini kata dia, sudah jelas melukai hati masyarakat yang geram dengan prilaku korup lembaga pemerintah.
“Kita mau penegakan hukum ini adil dan tidak tebang pilih,” ungkapnya.

Menurutnya, dengan tidak ditahannya tersangka kasus dugaan pungli ini oleh Kejaksaan Negeri Maros, tentunya menjadi beban psikologis bagi para korban pungli yang selama ini berharap oknum camat itu bisa mendapat sanksi tegas.

Ironisnya lagi, kata dia, selain tak ditahan, oknum camat ini masih tetap beraktivitas dan menjalankan perannya sebagai camat.

“Kalau seperti ini, tentunya terkesan penyidik dengan pemerintah seolah menganggap hal ini sepele saja. Harusnya dipertimbangkan jugalah dari sisi korban pungli yang sudah berani melaporkan hal itu. Jelas itu beban psikologis buat mereka, karena tersangka masih bebas berkeliaran dan masih jadi camat,” jelasnya.

Olehnya itu, Amir berharap penyidik Kejaksaan Negeri Maros bisa menunjukkan sikap profesionalnya. Apalagi, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 11 dan 12 huruf e dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun yang seharusnya dalam pasal 21 ayat 4 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah memenuhi unsur objektif penahanan.

“Setahu kami ancaman hukumannya itu maksimal 20 tahun. Nah kalau di KUHAP, sudah seharusnya ditahan karena memenuhi unsur penahanan objektif di pasal 21 ayat 4. Ini kok malah tidak ditahan. Jelas kami pertanyakan profesionalisme penyidik,” tegasnya.

Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Maros, Afrizal Tuasikal mengatakan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Kemarin masih ada yang belum datang, jadi dijadwal ulang lagi minggu ini,” katanya.

Saat ini kata dia, sudah ada sekitar 10 orang lebih saksi diperiksa. “Jadi yang diperiksa itu pihak-pihak yang pernah berhubungan dengan para tersangka dalam rangka pengurusan AJB di Kecamatan Simbang,” pungkasnya.

Nia Daniaty Kecelakaan Di Bojonegoro, Seperti Ini Kondisinya

PERAGI: Mentan Ubah Wajah Pertanian Indonesia Lebih Modern dan Disegani

Gracia Indri: Saya Masih Punya Cita-cita Bangun Rumah Tangga

PDIP Sulsel Dorong Yagkin-Alimuddin di Pilwalkot Makassar

Tulus Bahagia Tampil di Soundrenaline 2019, Ini Alasannya

Terpisah Kepala Inspektorat Maros, Agustam mengatakan saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Maros menganut prinsip asas praduga tak bersalah.

Pasalnya dalam kasus dugaan Operasi Tangkap Tangan (OTT) ini belum jelas kedudukannya perihal siapa yang di OTT.

“Kita masih mengikuti perkembangannya, karena kami juga di Inspektorat tidak bisa memeriksa yang bersangkutan jika masih dalam tahap pemeriksaan di Kejaksaan Negeri Maros. Jadi saat ini kita masih melihat perkembangan kasusnya,” katanya.

Sekadar diketahui, Rabu, 28 Juli lalu, Camat Simbang Muhammad Hatta selaku Ketua Pejabat Pembuat Akta Tanah Sementara (PPATS) diamankan bersama salah satu staf Kecamatan Simbang, Sofyan yang juga Sekretaris PPATS yang diduga terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) dugaan Pungli Akta Jual Beli (AJB) di Kecamatan Simbang oleh Kejaksaan Negeri Maros.

Sesaat sebelum kejadian seorang warga yang tengah melakukan pengurusan Akta Jual Beli (AJB) dua bidang tanah senilai Rp115 juta dan Rp 81 juta mendatangi kantor Camat Simbang. Kedatangannya diduga untuk menyerahkan sejumlah uang senilai Rp10.801.350. (rin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar