Kejaksaan Negeri Maros Tak Tahan Hatta, Ini Kata LSM

FAJAR.CO.ID, MAROS-- Sudah sepekan ditetapkan tersangka oleh penyidik Kejaksaan Negeri Maros, dalam kasus dugaan pungutan liar pengurusan akta jual beli (AJB), Camat Simbang Muhammad Hatta dan staf Kecamatan Simbang, Sofyan belum juga ditahan.

Hal ini dipertanyakan lembaga swadaya masyarakat (LSM) di Kabupaten Maros. Bahkan penyidik Kejari Maros diduga memberikan perlakuan istimewa kepada kedua tersangka.

Sekretaris LSM Pekan 21, Amir Kadir menduga penyidik Kejaksaan Negeri Maros terkesan ingin mengaburkan kasus dugaan pungli ini, dengan sengaja menutup informasi terkait perkembangannya.

"Kami menduga ada perlakuan khusus kepada tersangka, padahal sudah sangat jelas peran dan status mereka," katanya.

Hal ini kata dia, sudah jelas melukai hati masyarakat yang geram dengan prilaku korup lembaga pemerintah. "Kita mau penegakan hukum ini adil dan tidak tebang pilih," ungkapnya.

Menurutnya, dengan tidak ditahannya tersangka kasus dugaan pungli ini oleh Kejaksaan Negeri Maros, tentunya menjadi beban psikologis bagi para korban pungli yang selama ini berharap oknum camat itu bisa mendapat sanksi tegas.

Ironisnya lagi, kata dia, selain tak ditahan, oknum camat ini masih tetap beraktivitas dan menjalankan perannya sebagai camat.

"Kalau seperti ini, tentunya terkesan penyidik dengan pemerintah seolah menganggap hal ini sepele saja. Harusnya dipertimbangkan jugalah dari sisi korban pungli yang sudah berani melaporkan hal itu. Jelas itu beban psikologis buat mereka, karena tersangka masih bebas berkeliaran dan masih jadi camat," jelasnya.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...