Kejaksaan Negeri Maros Tak Tahan Hatta, Ini Kata LSM


Olehnya itu, Amir berharap penyidik Kejaksaan Negeri Maros bisa menunjukkan sikap profesionalnya. Apalagi, kedua tersangka dijerat dengan Pasal 11 dan 12 huruf e dengan hukuman penjara maksimal 20 tahun yang seharusnya dalam pasal 21 ayat 4 Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) telah memenuhi unsur objektif penahanan.”Setahu kami ancaman hukumannya itu maksimal 20 tahun. Nah kalau di KUHAP, sudah seharusnya ditahan karena memenuhi unsur penahanan objektif di pasal 21 ayat 4. Ini kok malah tidak ditahan. Jelas kami pertanyakan profesionalisme penyidik,” tegasnya.Terpisah, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Maros, Afrizal Tuasikal mengatakan saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi. “Kemarin masih ada yang belum datang, jadi dijadwal ulang lagi minggu ini,” katanya.Saat ini kata dia, sudah ada sekitar 10 orang lebih saksi diperiksa. “Jadi yang diperiksa itu pihak-pihak yang pernah berhubungan dengan para tersangka dalam rangka pengurusan AJB di Kecamatan Simbang,” pungkasnya.

Nia Daniaty Kecelakaan Di Bojonegoro, Seperti Ini KondisinyaPERAGI: Mentan Ubah Wajah Pertanian Indonesia Lebih Modern dan DiseganiGracia Indri: Saya Masih Punya Cita-cita Bangun Rumah TanggaPDIP Sulsel Dorong Yagkin-Alimuddin di Pilwalkot MakassarTulus Bahagia Tampil di Soundrenaline 2019, Ini Alasannya

Terpisah Kepala Inspektorat Maros, Agustam mengatakan saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) Maros menganut prinsip asas praduga tak bersalah.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...