Zaitun Masipa: Saya Papua dan Saya Bisa

Minggu, 8 September 2019 21:06

“Saat itu saya bilang, saya putri Papua. Saya harus mengoperasikan plant yang ada di sana, saya harus bisa mengoperasikan BP Tangguh. Saya tidak mau kalau ada orang nanya, saya tidak tahu padahal itu daerah saya. Meski saya perempuan, saya harus bisa,” ujar Zaitun Masipa.Tekad besar Zaitun Masipa tidak surut meski orang tuanya sempat khawatir lantaran harus melepas putrinya sekolah di Jawa. Tempat dengan jarak ribuan kilometer dari tanah mereka, Papua. “Kata orang tua, takut saya tinggal di kolong jembatan padahal tidak begitu. Kan dibiayai oleh BP,” kata Zaitun Masipa lalu tertawa.Setelah berhasil meyakinkan orang tuanya, Zaitun berangkat ke Jawa untuk belajar tentang produksi migas. Lulus dari SMK Migas pada 2012, dia pun melanjutkan pendidikan ke PEM (Politeknik Energi dan Mineral) Akamigas Cepu.“Di situ dibatasin juga, pada angkatan saya cuma diambil 3 orang. Lagi-lagi saya terpilih di antara 3 itu, senangnya luar biasa karena impian saya untuk bisa bergabung di BP semakin lebar,” kenang Zaitun Masipa. Setelah lulus, dia mendapatkan tawaran dari BP untuk ikut intership program selama 6 bulan.Lulus dari internship program, ternyata tidak lantas membuat Zaitun langsung masuk ke BP Indonesia. Dia masih harus menjalani BP Technician Apprentice Program di Ciloto, Jawa Barat selama 3 tahun sejak Februari 2016 hingga Februari 2019. Kemampuan Bahasa Inggris tentu mutlak diperlukan ketika bekerja di perusahaan migas asing. Ini menjadi tantangan tersendiri baginya.

Bagikan berita ini:
3
3
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar