Insank Nasruddin Desak Polri Bebaskan Ratna Sarumpaet

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Pengacara terdakwa kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet, Insank Nasruddin mengatakan, penahanan kepada kliennya telah berakhir sejak 15 Agustus 2019. Hal ini karena Pengadilan Tinggi DKI Jakarta tidak mengeluarkan surat perpanjangan penahanan.

“Penahanan Ibu Ratna menjadi kewenangan pengadilan tinggi dan surat penahanan dari PT telah berakhir di 15 Agustus 2019 tidak ada perpanjangan lagi,” kata Insank Nasruddin saat dihubungi, Senin (9/9).

Insank Nasruddin menjelaskan, pihaknya sudah mempertanyakan surat perpanjangan penahanan tersebut. Namun, belum mendapat jawaban. Oleh karena itu, apabila tak ada surat perpanjangan penahanan, dia meminta agar Ratna dibebaskan.

“Hari ini kami jam 12.00 ke Polda meminta ke pada Dir Tahti agar Ratna Sarumpaet di keluarkan dari tahanan demi hukum karena penahanan tanpa surat adalah ilegal,” tegas Insank Nasruddin.

Dihubungi terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono tak banyak berkomentar terkait penahanan Ratna. Sebab hal itu menjadi kewenangan Kejaksaan DKI Jakarta. “Tanya kejaksaan ya. Polda hanya dititipi,” ucapnya.

JawaPos.com (Grup fajar.co.id) telah meminta konfirmasi kepada Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati DKI Jakarta, Nirwan Nawawi. Namun sampai berita ini diterbitkan, belum ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Sebelumnya, Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis untuk Ratna Sarumpaet dengan kurungan dua tahun penjara. Vonis tersebut karena Ratna dianggap terbukti melakukan penyebaran berita bohong (hoax).

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : hamsah


Comment

Loading...