Lulung Lunggana Dicopot dari PPM, Begini Alasannya

Senin, 9 September 2019 - 10:36 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Kepemimpinan Lulung Lunggana alias Haji Lulung di organisasi Pemuda Panca Marga (PPM), resmi digantikan Berto Izaak Doko yang mendapat dukungan penuh dari utusan 24 provinsi dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Hotel Ibis Cawang, Jakarta, pada 7-8 September 2019.

Munaslub itu dibuka Ketua Umum DPP LVRI Letjen TNI Purn Rais Abin, dan ditutup oleh Sekjen DPP LVRI Marsda TNI Purn. FX. Soejitno.

Rais menyatakan dengan terpilihnya Berto sebagai ketum yang baru, maka PPM tetap berada di bawah naungan veteran.

“PPM boleh berdiri sebagai organisasi kemasyarakatan namun tetap di bawah naungan veteran. Tidak boleh berjalan sendiri tanpa arah yang jelas,’’ kata Rais Abin pada Minggu malam (8/9).

Rais menjelaskan, LVRI telah membekukan kepengurusan PPM yang dipimpin Lulung Lunggana dan membentuk presidium guna pelaksanaan Munaslub yang telah memilih Berto, cucu Pahlawan Nasional Izaak Huru (IH) Doko, sebagai ketum PPM yang baru.

PPM menurutnya tetap berada di bawah naungan LVRI, karena sejak didirikan pada 1967, veteran ingin menitipkan keluhuran pada generasi penerus, yakni anak-anak biologis para veteran.

“Panca Marga adalah kode paling luhur bagi veteran, karena itu harus dikembalikan kepada tujuan awalnya, meneruskan jiwa veteran sebagai pejuang,’’ tegasnya.

Pencopotan Lulung Lunggana sebagai pimpinan PPM oleh LVRI, karena dianggap menjadikan organisasi itu sebagai kendaraan politik praktis. Padahal sama seperti LVRI, PPM hanya menjalankan politik kenegaraan.

Jubir Wapres: Tugas Saya Mengajar dan Motivasi Mahasiswa

Kaspersky: Serangan Menargetkan Sektor Kesehatan Meningkat

Sepuluh Capim KPK Mulai Fit and Proper Test di DPR RI

Ini 50 Anggota DPRD Makassar 2019-2024 Dilantik Hari Ini

Es Teh Manis, Ini 5 Resep Atasi Dahaga di Kemarau Panjang

Karena PPM saat dipimpin Lulung Lunggana dinilai lepas kendali, maka LVRI melaporkannya kepada Menteri Pertahanan RI dan Kepala Staf Angkatan Darat. “Agar tak dilibatkan dalam kegiatan teritorial sebelum dilakukan pembenahan oleh LVRI,” tegas mantan Panglima Perdamaian Perserikatan Bangsa Bangsa itu.

Waketuk DPP LVRI Mayjen TNI (Purn) Saiful Sulun mengatakan bahwa saat memimpin PPM, Lulung Lunggana gagal melaksanakan tugas, antara lain mengembalikan PPM kepada naungan ‘ayahandanya’, LVRI sebagai pembina utama.

“Yang kedua memvalidasi anggota PPM yang disinyalir sekarang itu banyak sekali bukan anak-anak biologis veteran menjadi anggota PPM,” jelasnya.

Saiful menambahkan, PPM yang sebelumnya di bawa ke dalam politik praktis jelas tidak sesuai dengan marwah LVRI yang mengutamakan politik kebangsaan. (jpnn)

Loading...