Harga TBS Sawit Mengalami Kenaikan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU — Harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit mengalami kenaikan pada September ini. Padahal harga crude palm oil (CPO) mengalami penurunan di pasar dunia maupun di Indonesia.

Indeks “K” ditetapkan sebesar 77,00 persen, sedangkan harga TBS ditetapkan sebesar Rp.1.001,24 sen. Hal itu diputuskan saat rapat penetapan indeks “K” dan harga Tandan Buah Segar kelapa sawit perkebunan Provinisi Sulbar di Hotel Berkah, Selasa 10 September.

Sekretaris Tim Penetapan, Kimoto Bado mengatakan beberapa perusahaan yang memberikan data CPO mengalami penurunan. Akan tetapi penetapan Indeks K yang dirumuskan sebelumnya 77,00 persen. Namun dengan adanya kebijakan yang disepakati bersama sehingga dibulatkan menjadi 77,00 persen.

“Alhamdulillah adanya kebijakan kesepakatan bersama untuk penetapan Indeks K, sedangkan harga TBS mengalami kenaikan dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” kata Kimoto.

Ia menambahkan tim penetapan harga TBS terus berupaya untuk selalu berada pada garis independen tidak memihak siapapun, sehingga pihaknya berharap sinergitas terus dibangun demi kepentingan bersama.

“Kita berharp para petani terus memperbaiki kualitas dan bagaimana merawat kebunnya dengan baik maupun memupuk dengan baik sehingga produksi bisa lebih maksimal,” tambahnya.

Kimoto juga menyampaikan kenaikan harga TBS bulan ini berdampak adanya kenaikan harga ekspor CPO pada penjualan yang dilakukan perusahaan. “Kita juga menghasilkan keputusan tadi dimana akan memperbaiki kelembagaan kelompok-kelompok,” ungkap Kimoto.

Sementara itu, lanjut Kimoto Kementerian Perkebunan RI juga berencana akan membuat sertifikat Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) para petani Sawit di Sulbar. “Sertifikat ini nantinya akan membuktikan bahwa pengelolaan Sawit kita benar di Sulbar,” tandasnya. (rul)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...