Pasangan Tak Sah Mesraan Siang Bolong, Ada Pegawai Kontrak

Selasa, 10 September 2019 - 09:02 WIB

FAJAR.CO.ID, BALI– Pengunjung penginapan dan pondok wisata yang merupakan pasangan tak sah yang ada di Desa Tukad Mungga, Desa Anturan, kawasan pariwisata Lovina terperanjat dan panik.

Pasangan tak sah itu kaget setelah melihat kedatangan petugas Satpol PP Kecamatan Buleleng, aparat kepolisian Polsek Kota Singaraja, dan aparat TNI Koramil 1619-01/Buleleng melakukan razia.

Mereka tak bisa berbuat banyak ketika terciduk berdua di lokasi penginapan. Celakanya, saat digeledah oleh petugas, mereka tak mampu menunjukkan dokumen resmi sebagai pasangan yang sah.

Bahkan, ada juga pasangan yang tidak membawa identitas kependudukan. Razia yang digelar Senin siang (9/9) sekitar pukul 13.00 dipimpin langsung Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara.

Tim menyasar lima lokasi penginapan. Yakni penginapan Ume Sari, Lilacita II, III, penginapan Lumbung Sari, dan Pondok Wisata.

Hasilnya, petugas memergoki enam pasangan di luar nikah sedang asyik memadu kasih. Di antaranya ada yang berasal dari Panji Anom, Buleleng, Seririt, Busungbiu, dan Sukasada.

Parahnya dari enam pasangan, petugas menemukan salah seorang pegawai kontrak berdinas di Kecamatan Sukadasa sedang berduaan di kamar ketika jam kantor.

Dugaan Korupsi PAUD Bone, Polisi Periksa 100 Kepala TK

Roy Kiyoshi Beber Cara Dia Nembak Evelyn Nada Anjani

Ahmad Dhani Pastikan Masih Nafkahi Keluarga Korban Kecelakaan Dul

Aktor Jefri Nichol Tolak Ajukan Eksepsi, Ini Alasannya

Pangdam XVIII/Kasuari Lantik 319 Prajurit TNI, 80 Persen Asli Papua

Dari enam pasangan tersebut semuanya tidak dapat menunjukkan dokumen resmi sebagai pasangan yang sah secara hukum.

Petugas pun terpaksa harus memberikan sanksi kepada pasangan tak sah dengan melakukan penyitaan terhadap identitas KTP milik pasangan tersebut. Selanjutnya mereka akan memberikan keterangan lebih lanjut ke Kantor Camat Buleleng.

Camat Buleleng Gede Dody Sukma Oktiva Askara mengatakan, razia pasangan tak sah mendadak ini bertujuan untuk memberantas penyakit masyarakat.

Seperti prostitusi, peredaran miras dan narkoba. Yang lebih penting, mengurangi kekisruhan rumah pada pasangan suami istri yang belum lama ini sempat viral di media sosial, karena kedapatan selingkuh atau pasangan tak sah di penginapan.

“Disamping itu razia ini untuk mengecek kelengkapan perizinan dari usaha pemilik penginapan. Tidak kalah pentingnya razia ini untuk menekan angka penderita HIV AIDS di Buleleng yang kini mencapai 3 ribu lebih penderita,” ujar Gede Dody ditemui di lokasi razia penginapan. (jp)

loading...