Peringati 10 Muharram, Warga Bone Serbu Pasar dan Makan Bubur Tujuh Macam

Selasa, 10 September 2019 - 21:11 WIB
FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR

FAJAR.CO.ID, WATAMPONE — Beragam cara memperingati momen 10 Muharram. Di Kabupaten Bone, ada warga menyerbu pedagang perabot rumah tangga, ada juga yang tinggal di rumah makan bubur. Bubur tujuh macam (bella pitue).

Di Jl Soekawati, Kelurahana Macege, Kecamatan Tanete Riattang ratusan warga memburu parabot rumah tangga. Ini merupakan tradisi memperingati 10 Muharram. Mereka percaya membeli peralatan dapur dan perabotan rumah tangga saat Asyura bisa menambah rezeki dan keselamatan keluarga.

“Kami datang belanja perabot rumah sudah menjadi tradisi setiap 10 Muharram,” kata salah seorang IRT, Ayu Mandasari, saat ditemui Selasa (10/9/2019).

Kata dia, perabot rumah tangga yang dibelinya itu dari bahan plastik seperti ember, timba, baskom, dan barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Dengan berbelanja embar atau sejenisnya, rezeki dalam keluarganya bisa bertambah serta mendapatkan berkah di bulan Muharram ini.

“Kami hanya melanjutkan tradisi dari nenek moyang kami, dengan artian membeli perabot rumah tangga tepat pada 10 Muharram itu agar kami sekeluarga mendapat rezeki.” pungkasnya.

Sementara di Jl Sungai Musi, salah seorang warga, Enal memperingati 10 Muharram dengam memakan bella pitu rupae (bubur tujuh macam). Bubur tersebut berisi beras ketan, kacang ijo, pisang, dan sebagainya. “Ini bukan tradisi Islam. Ini hanya tradisi kami makan bubur setiap 10 Muharram,” ucapnya. (gun)

Loading...