Perpustakaan Ikut Andil Atasi Kemiskinan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Imej perpustakaan yang hanya dijadikan tempat pinjam buku kini diubah. Perpustakaan didorong menjadi pusat berkegiatan, ruang terbuka untuk memacu kesejahteraan warga sekitar.

Kadis Perpusatakaan dan Arsip Sulsel, Hasan Sijaya menuturkan, perpustakaan harus inklusif. Perpustakaan harus dijadikan rumah yang nyaman untuk semua. Terutama jadi rujukan sumber pengetahuan, berkumpul dan sebagainya untuk berketerampilan.

“Jadi bukan lagi menjadi seperti kantor yang sepi. Tetapi jadi pusat kegiatan. Warga bisa bikin kegiatan seperti seminar, diskusi, dan sebagainya,” ungkapnya, Selasa (10/9/2019).

Hasan mencontohkan, misalnya perpustakaan dimanfaatkan atau menjadi fasilitasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat sekitar. Seperti koleksi buku-buku tentang bisnis rumahan. Selanjutnya bisa mengundang para narasumber yang terkait dan menggelar pelatihan di perpustakaan.

“Apalagi perpustakaan sudah dilengkapi akses internet yang memadai. Sehingga warga bisa menambah pengetahuannya sebagai modal awal berbisnis,” tuturnya.

Salah seorang ibu rumah tangga di Maros, Hasni, mengaku, kini kesejahteraannya makin meningkat. Salah satunya karena peran perpustakaan Desa Bontotallasa. Dia mendapatkan pengetahuan berbisnis rumahan kreasi bunga dari sabun mandi.

“Saya baca dari internet yang ada di perpustakaan desa. Saat itu coba-coba dan kini sudah berpenghasilan sendiri. Bahkan, saya pasarkan via internet lewat fasilitasi perpustakaan,” tukasnya. (fik)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...