Sekkab Wajo Dinilai Blunder Soal Ganti Rugi Lahan, Dewan: Salah Picca Itu

Selasa, 10 September 2019 21:45

FAJAR.CO.ID, SENGKANG — Pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Wajo Amiruddin saat demo di Bendungan Paselloreng belum lama ini, mendapatkan banyak penilaian.Salah satu dari legislator DPRD Wajo, Herman Arif, menyebut, cara Amiruddin untuk meredam aksi demontrasi masyarakat sangat disayangkan. Pernyataan yang diutarakan berlebihan. Lantaran bisa berdampak pembiaran.”Iya jelas ada pembiaran nanti oleh Pemkab kalau tidak ada pembayaran ganti rugi nanti September ini. Salah picca ki itu Pak Sekda,” sesal Bimbim, sapaannya.Tak hanya itu, pernyataan Amiruddin tersebut akan mendukung masyarakat menutup megaproyek itu, telah melebihi kewenangan campur tangan Pemkab Wajo. Sebab, Bendungan Paselloreng merupakan proyek pemerintah pusat.”Mestinya dia (Amiruddin, red) memfasilitasi. Tidak ada hak Pemkab Wajo menutup. Agar tidak menjadi bumerang ke dirinya sendiri, Pemkab Wajo harus memastikan adanya jadwal pembayaran ganti rugi di Lembaga Manajeman Aset Negara (LMAN),” pungkasnya.Sebelumnya, Sekkab Wajo, Amiruddin mengaku bahwa Bupati Wajo Amran Mahmud telah berkunjung ke Lembaga Manajeman Aset Negara (LMAN) pada 5 September kemarin. Atas dasar tersebut pencarian pengadaan tanah Bendungan Paselloreng diyakini terealisasi bulan ini.

Bagikan berita ini:
10
3
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar