Akademisi Unismuh Kecam Serangan Politik Legislasi Pelemahan KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Upaya melemahkan institusi KPK RI melalui rencana revisi UU No 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikecam oleh berbagai kalangan. Tak terkecuali dari akademisi FISIP Unismuh. Mereka melihat serangan politik legislasi itu akan semakin mematikan bara yang membakar semangat pemberantasan korupsi di bangsa ini.

“Betul-betul seperti kabar kematian. Kita tidak bisa biarkan serangan politik legislasi ini mengalahkan harapan kita untuk Indonesia bersih dan bebas korupsi. Kita tidak punya harapan lagi pada para politisi kita, semua kutub politik ternyata solid untuk melemahkan KPK. Harapan ada di tangan gerakan masyarakat sipil, perguruan tinggi, media, kaum muda dan perlawanan akar rumput untuk melawan pelemahan ini,” kata Andi Luhur Prianto.

Pengamat politik ini juga menyayangkan sikap Pemerintahan Jokowi-JK yang memberi jalan gerakan politik DPR RI. Menurutnya, pemerintah dan DPR RI periode ini harusnya meninggalkan legacy yang baik untuk bangsa ini.

Dia menambahkan, FISIP Unismuh sendiri telah memantapkan diri dalam menginternalisasi nilai-nilai anti korupsi dalam pembelajaran. Mata Kuliah Pendidikan Anti Korupsi telah menjadi mata kuliah pengembangan kepribadian yang bersifat wajib di lingkungan FISIP Unismuh sejak tahun 2012. Setiap tahun FISIP Unismuh aktif melakukan _outing-class_ pembelajaran di KPK RI.

Secara teknis, akan konsolidasi para akademisi dan mahasiswa untuk mengambil langkah-langkah dukungan pada institusi KPK RI sekaligus kecaman pada institusi DPR RI.

“Untuk memperkuat konsolidasi dukungan, kami juga sudah agendakan kehadiran Wakil Ketua KPK RI, La Ode Muhammad Syarif, di FISIP Unismuh pada 18-19 September 2019 ini,” ungkap Wakil Dekan 2 FISIP Unismuh itu. (bay)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...