Germo Prostitusi Online Jajakan Penghibur di Bali, PSK dari Luar

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, BALI-- Tim patrol cyber Ditreskrimsus Polda Bali sukses menangkap jaringan atau germo prostitusi online yang dikendalikan warga DI Yogyakarta bernama Hassani alias Jo, 34. Jo bahkan langsung diciduk dan ditahan di Mapolda Bali. Penyidik menjerat tersangka melanggar pasal berlapis di UU Pornografi dan UU ITE dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun. “Tersangka mengaku sudah enam bulan menjadi germo online,” ujar Direktur Reskrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho. Berapa tarifnya? Kepada penyidik, germo prostitusi online memasang tarif bervariasi antara Rp500 ribu sampai Rp1,5 juta. “Paling murah Rp500 ribu,” bebernya. Yang menarik, para wanita penghibur yang dia jajakan tidak berdomisili di Bali, melainkan luar Bali. Ketika ada pemesan, baru didatangkan ke Bali. Eksekusi baru dilakukan di sebuah hotel di Bali. Apakah ada wanita penghibur yang dijajakan pelaku masih di bawah umur? Berdasar penyelidikan, semuanya wanita dewasa. Seperti diberitakan, kasus germo prostitusi online ini sendiri terkuak ketika pada tanggal 6 Agustus 2019 lalu, Dit Reskrimsus Polda Bali melakukan Patroli Cyber (browsing di Internet).
Ketua DPC PKB Ayni Zuroh Rela Lepas Ketua DPRD Demi Ini Batas Indonesia dan Papua Nugini Dijaga Ketat, Ini Alasannya Kebijakan Pengadaan PPPK Tak Jelas, Ini Imbauan Honorer Waketum Gerindra Fadli Zon: Senang Kalau Sandiaga Kembali Presiden Amerika Serikat Donald Trump Tendang John Bolton
Penyidik menemukan postingan pada media sosial twitter dengan nama akun “#Expo #Bali 4-6, @Chezka zii” yang memiliki muatan kesusilaan.
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan