Mafia Migas, KPK Bidik Pihak-pihak yang Terkait Bambang Irianto

Rabu, 11 September 2019 - 12:30 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Komisi Pemberantasan Korupsi alias KPK memastikan akan mendalami pihak-pihak yang diduga memiliki hubungan kasus mafia migas dengan mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) Bambang Irianto (BTO).

Namun, KPK belum mau menyebut nama-nama yang akan dibidik terkait suap di sektor minyak dan gas (Migas).

“Saya tidak bisa menyebut nama orang di sini,” kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9).

Laode menegaskan bahwa pihaknya memastikan mendalami dugaan keterlibatan pihak-pihak yang diduga masih berhubungan dengan Petral, dalam kasus perdagangan minyak mentah atau mafia migas di perusahaan plat merah ini.

Kendati demikian, Laode enggan berspekulasi soal kasus mafia migas ini, namun dia memastikan akan memeriksa pihak-pihak yang masih dalam pusaran Petral dan Pertamina.

“Nanti kita akan berikan update (kasus)nya seperti itu, tetapi semua pihak yang ada di dalam Petral itu khususnya yang berhubungan dengan PES apalagi tadi ENOC, dengan Kernel Oil itu kita akan kita dalami,” tegas Laode.

Laode menyesalkan sejumlah pihak yang masih bercokol dalam lingkaran mafia Migas yang menggerogoti duit negara. Sebab, kata dia, monopoli minyak di Indonesia ini seperti ada unsur kesengajaan dalam mekanisme perdagangannya lantaran harus melibatkan negara Singapura.

Gisella Anastasia Buka Suara Soal Video Joget dengan Pria

Andi Ilham Zainuddin Incar Calon Wakil Bupati dari PDIP Pangkep

Operasi Patuh Jaya 2019 Tindak 1.151 Pengendara di Maros

Mau Terhindar dari Mati Mendadak atau Kehilangan Barang, Bacalah Doa Ini

Video Panas Pasangan Selingkuh Heboh, Perempuan Ngaku Ini

“Saya kurang tau persis, tapi kelihatannya memang iya (disengaja dimonopoli) kenapa di sulit seperti itu. Kalau mau beli minyak dari Singapura saja mah di Singapura aja bikin perusahaannya gitu, enggak usah lagi satu di Singapura satu di Hongkong, terus kita beli seolah-olah dari perusahaan minyaknya orang Dubai, padahal itu punyanya Kernel Oil juga jadi,” jelas Laode.

Sebelumnya, Bambang Irianto yang juga mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral) ini baru saja dijerat oleh KPK sebagai tersangka suap mafia migas. Bambang diduga menerima suap sebesar 2,9 juta dollar Amerika Serikat atau setara dengan Rp40,7 miliar dari Kernel Oil Ltd selama periode 2010-2013. Diduga, suap terkait dengan perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Service Pte. Ltd (PES).

Bambang disangkakan melanggar pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b subsider Pasal 11 UU Nomor 31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Korupsi. (jp)

Loading...