Perpustakaan Nasional Dorong Literasi untuk Kesejahteraan

Rabu, 11 September 2019 - 09:14 WIB

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Perpustakaan Nasional melalui program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, mendorong literasi untuk kesejahteraan. Peran perpustakaan juga lebih luas, hingga menjadi pusat berkegiatan yang terkoneksi.

Kepala Perpustakaan Nasional yang diwakili Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat, Yoyo Yahyono menyampaikan, literasi punya peran strategis dalam mendorong kesejahteraan masyarakat.

Perpustakaan nasional berinisiatif melakukan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial, sekaligus mendekatkan akses informasi ke masyarakat hingga ke tingkat desa.

“Kami mendorong agar perpustakaan juga sekaligus menjadi pusat berkegiatan. Sehingga sangat penting dilakukan stakeholder meeting, untuk membangun kesadaran pentingnya perpustakaan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” kata Yoyo, pada Stakeholder Meeting Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, yang dilaksanakan di Hotel Aryaduta Makassar, Rabu (11/09/2019).

Sementara, Asisten III Pemprov Sulsel, Tautoto Tanaranggina, mewakili Sekretaris Provinsi membuka stakeholder meeting yang diikuti perwakilan tiga kabupaten penerima manfaat Perpustakaan Nasional, yakni Maros, Soppeng, dan Bone tersebut.

Tautoto menyampaikan, Pemprov Sulsel saat ini terus mendorong peningkatan pembangunan SDM yang kompetitif dan inklusif. Disamping itu, upaya untuk peningkatan produktifitas dan daya saing produk SDA yang berkelanjutan terus dilakukan melalui pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru yang produktif.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah: Perang Iran, Israel Berakhir

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono Ajak Kepung Istana

Pemerintah Kabupaten Maros Serius Terapkan Pajak Online

Bripka Mulyadi Wahid Dapat Anugrah Pendidikan Indonesia

Tunggakan BPJS di RSUD Salewangang Maros Capai Rp6 Miliar

“Pemprov sangat mengapresiasi program penguatan literasi untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat ini. Upaya untuk meningkatkan kecerdasan masyarakat melalui pemberdayaan perpustakaan harus dimaksimalkan,” ujarnya.

Ia menuturkan, program transformasi layanan Perpustakaan Nasional berbasis inklusi sosial di Sulsel, cikal bakalnya sudah dimulai 2011, melalui kegiatan Perpuseru, dengan sasaran pengembangan di tiga kabupaten. Yakni Enrekang, Bantaeng, dan Pinrang. Program penguatan literasi ini telah memberi banyak manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pada 2018 ada lagi tambahan tiga kabupaten, yakni Maros, Bone, dan Soppeng. Kami berharap, ke depan program ini bisa menjangkau seluruh kabupaten kota di Sulsel, sehingga dampak dari program ini bisa dinikmati masyarakat secara keseluruhan,” terangnya. (fik)

Loading...