Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah: Perang Iran, Israel Berakhir

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, BEIRUT– Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah mengatakan, organisasinya tidak ada garis merah ketika menanggapi tindakan agresi Israel di Lebanon.

Dalam pidato yang disiarkan televisi di hadapan rakyat Lebanon yang berkumpul di pinggiran selatan ibu kota Beirut untuk memperingati Asyura, di mana Muslim Syiah berduka atas kesyahidan cucu Nabi Muhammad (saw), Imam Hussein selama Pertempuran Karbala, Nasrallah mencerca Israel atas ribuan pelanggaran terhadap kedaulatan Libanon selama 13 tahun terakhir.

Mengacu pada sebuah pesawat tak berawak Israel yang jatuh di Libanon, ia mengatakan “Terlepas dari semua ancaman dan intimidasi, hari ini kami menegaskan keseimbangan kekuatan dan memperkuat kekuatan pencegah yang melindungi negara kami,” kata Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah seperti dilansir Iranian, Rabu, 11 September.

Dia juga mencemooh tentara Israel sebagai “Pasukan Hollywood” yang mengklaim penggunaan boneka-boneka itu untuk membodohi Hizbullah mengungkapkan kelemahannya.

Ini mengikuti laporan minggu lalu bahwa militer Israel telah membuat boneka pada kendaraan militer di perbatasan untuk bertindak sebagai pencegah pejuang Hizbullah.

Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono Ajak Kepung Istana

Bripka Mulyadi Wahid Dapat Anugrah Pendidikan Indonesia

Pemerintah Kabupaten Maros Serius Terapkan Pajak Online

Tunggakan BPJS di RSUD Salewangang Maros Capai Rp6 Miliar

Partai Nasdem Pangkep Incar Koalisi PDIP, Ini Tokohnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump Tendang John Bolton

Imam Masjid Islamic Centre New York Silaturahmi ke Gubernur, Ingin Bangun Rumah Adat Sulsel di Amerika

Bersamaan dengan pemberontakan Imam Hussain melawan Khalifah Umayyah Yazid, Sekretaris Jenderal Hizbullah Nasrallah menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan mengambil posisi netral dalam pertempuran benar dan salah, dan mengirimkan peringatan bahwa setiap serangan terhadap sponsor Hizbullah, Iran, akan menyebabkan berakhirnya Israel dan hegemoni AS di wilayah tersebut.

Pidato tersebut juga memberikan kepastian kepada rakyat Palestina tentang komitmen Hizbullah terhadap perjuangan mereka dan menyebut situasi di Yaman sebagai “Asyura” lainnya. Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah juga mengkritik otoritas Bahrain atas dukungan mereka terhadap serangan udara Israel di Palestina, Lebanon dan Suriah.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...