Tiba Paling Awal, Mentan Mengangkat dan Menyalati Jenazah BJ Habibie

Rabu, 11 September 2019 - 22:58 WIB
Mentan Mengangkat dan Menyalati Jenazah BJ Habibie

FAJAR.CO.ID,JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, Rabu, 11 September petang.

Sejak menjalani perawatan intensif 1 September lalu, perhatian banyak pihak tertuju pada kondisi kesehatan pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan tersebut.

Begitu kabar meninggalnya Habibie terdengar, Amran langsung bergegas ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Dia tiba sekitar 15 menit setelah Habibie mengembuskan napas terakhir.

Mentan adalah menteri pertama yang tiba di kamar perawatan. Dia didampingi dua putra Habibie, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Ikut hadir saat itu Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Amran ikut mengangkat, menyaksikan jenazah dimandikan, dan menyalatkan jenazah Habibie di ruang Intensive Care Unit (ICU). Dia ikut larut dalam kesedihan mengingat sosok Habibie yang begitu dekat.

“Sebagai sesama putra Sulsel kami memiliki ikatan emosional yang begitu kuat. Sudah 15 tahun saya berinteraksi begitu dekat dengan keluarga ini. Dua putra almarhum sudah seperti saudara sendiri,” ujarnya.

Amran mengaku sangat kehilangan. Habibie merupakan sosok panutan sekaligus guru besar bagi bangsa Indonesia. Selain itu, Habibie telah memperjuangkan modernisasi pembangunan.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya bapak bangsa yang sangat mencintai Indonesia. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia,” ujar Amran

Di mata Amran, sosok yang akrab disapa BJ Habibie ini adalah tokoh bangsa yang sudah berjasa besar karena telah mengharumkan nama bangsa di mata internasional. Karya-karyanya sangat fenomenal dan digunakan di industri penerbangan hingga sekarang.

“Karyanya tak diragukan lagi. Pemikirannya sulit ditandingi. Ini kehilangan besar bagi kita semua,” jelas pria asal Kabupaten Bone tersebut.

Bagi Amran, sosok Habibie adalah seorang inspirator. Dia masih ingat lecutan semangat sang mentor saat dia masih muda dulu.

“Satu hal yang tak bisa saya lupakan dari sosok Habibie adalah motivasi bagi siapapun untuk berkarya. Dialah orang yang paling bersemangat memberikan dukungan saat saya mengajukan hak paten teknologi untuk membasmi hama tikus,” tutur Amran.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Amran datang bersama Ketua Mahkamah Agung yang juga berasal dari Sulsel, Hatta Ali dan sejumlah tokoh lainya. Ikut hadir Wakil Presiden terpilih KH Ma’ruf Amin.

“Berduka cita sedalam-dalamnya dengan meninggalnya bapak Profesor Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai Presiden ketiga. Dimana hal yang mengesankan dari beliau ini, beliau sangat memperhatikan. Dan selama beliau tidak menjabat tetap aktif untuk keutuhan bangsa dan negara,” tutup Hatta. (*)

Loading...