Tiba Paling Awal, Mentan Mengangkat dan Menyalati Jenazah BJ Habibie

FAJAR.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, Rabu, 11 September petang.

Sejak menjalani perawatan intensif 1 September lalu, perhatian banyak pihak tertuju pada kondisi kesehatan pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan tersebut.

Begitu kabar meninggalnya Habibie terdengar, Amran langsung bergegas ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto. Dia tiba sekitar 15 menit setelah Habibie mengembuskan napas terakhir.

Mentan adalah menteri pertama yang tiba di kamar perawatan. Dia didampingi dua putra Habibie, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Ikut hadir saat itu Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie.

Amran ikut mengangkat, menyaksikan jenazah dimandikan, dan menyalatkan jenazah Habibie di ruang Intensive Care Unit (ICU). Dia ikut larut dalam kesedihan mengingat sosok Habibie yang begitu dekat.

“Sebagai sesama putra Sulsel kami memiliki ikatan emosional yang begitu kuat. Sudah 15 tahun saya berinteraksi begitu dekat dengan keluarga ini. Dua putra almarhum sudah seperti saudara sendiri,” ujarnya.

Amran mengaku sangat kehilangan. Habibie merupakan sosok panutan sekaligus guru besar bagi bangsa Indonesia. Selain itu, Habibie telah memperjuangkan modernisasi pembangunan.

“Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Saya menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya bapak bangsa yang sangat mencintai Indonesia. Kepergian beliau meninggalkan kesedihan bagi saya dan seluruh rakyat Indonesia," ujar Amran

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...