Tunggakan BPJS di RSUD Salewangang Maros Capai Rp6 Miliar

Rabu, 11 September 2019 - 08:18 WIB

FAJAR.CO.ID, MAROS — Hingga saat ini tercatat Rp6 miliar tunggakan BPJS (Badan Penyelenggara Jaminan Sosial) Kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros. Tunggakan ini terhitung sejak Februari hingga Maret 2019.

Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, A Firman Jaya mengatakan klaim rumah sakit yang belum dibayarkan atau tunggakan BPJS masih ada beberapa bulan.

“Baru beberapa bulan, jadi masih ada beberapa bulan klaim yang belum dibayarkan,” sebutnya.

Sementara itu Humas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Salewangang Maros, Ratna Edy mengatakan, untuk tahun ini klaim rumah sakit yang dibayarkan baru Januari 2019. Sementara untuk Februari dan Maret belum dibayarkan.

“Untuk Februari hingga Maret belum dibayarkan, nilainya sekitar Rp6 miliar,” katanya.

Terpisah Kepala BPJS Kesehatan Kantor Layanan Operasional Kabupaten Maros, Sri Wahyuni saat dikonfirmasi mengatakan pihaknya tidak tahu persis mengenai klaim BPJS itu.

Sebab pihaknya sebagai kantor operasional tidak memiliki data mengenai tunggakan BPJS itu.

“Kami harus cek dulu, karena kan kami semua melalui aplikasi. Mengenai datanya kami harus minta dulu ke Kantor Cabang karena kami ini kantor operasional tidak menyiapkan data. Semuanya harus satu pintu di Kantor Cabang,” ungkapnya.

Partai Nasdem Pangkep Incar Koalisi PDIP, Ini Tokohnya

Thareq Kemal Habibie: Kondisi Bapak Sudah Stabil

Germo Prostitusi Online Jajakan Penghibur di Bali, PSK dari Luar

Ketua DPC PKB Ayni Zuroh Rela Lepas Ketua DPRD Demi Ini

Batas Indonesia dan Papua Nugini Dijaga Ketat, Ini Alasannya

Meski demikian, dia tak menapik jika penyebab utama adanya keterlambatan pembayaran klaim atau tunggakan BPJS disebabkan terkait defisit.

“Pertama memang terkait defisit, kemudian kami harus mengatur karena tentunya kami harus memprioritaskan siapa yang pertama masuk klaimnya,” katanya.

Sementara, RSUD Salewangang sendiri selalu terlambat memasukkan klaimnya.

“Sebetulnya tergantung rumah sakit, siapa yang cepat mengajukan klaim, maka tentu semakin cepat pula kita bayarkan,” jelasnya. (rin)

Loading...