Ubah Sampah Plastik dan Eceng Gondok Jadi Produk Bernilai Guna

Rabu, 11 September 2019 - 16:45 WIB
Memanfaatkan sampah plastik.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Material plastik termasuk kategori bahan bangunan ringan. Memiliki sifat umum, seperti; tidak mudah pecah, tidak korosi, tahan terhadap cuaca, dan kuat.

Di Makassar, sampah plastik mengalami peningkatan setiap tahunnya. Data Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Makassar (2017) menyebutkan bahwa sampah perkotaan sekitar 1000 – 1200 ton setiap harinya dan 9.23 persen adalah sampah plastik.

Artinya, 110.76 ton/hari sampah plastik menumpuk setiap harinya tanpa penanganan dan pengelolaan yang jelas. Kondisi ini merupakan peluang besar untuk memanfaatkan sampah plastik menjadi produk berupa “paket teknologi” yang memiliki nilai jual.

Inilah yang dimanfaatkan Dr Juhana Said dari Teknik Arsitek UMI, ia menjelaskan bagaimana ia beserta dua orang rekannya Dr Sungkono dari Teknik Mesin UMI dan Nashrah Teknik Arsitek UMI. Mereka membuat riset dan inovasi terkait sampah plastik.

Ditemui di Redaksi Harian FAJAR, Rabu (11/9/2019) Dr Juhana mengatakan, mereka mengolah sampah plastik tersebut menjadi lembaran yang berukuran 50×50 cm dengan tebal 1 cm.

Hasilnya dapat digunakan sebagai bahan alternatif dinding. Bahan dinding plastik ini dibuat dalam dua jenis bentuk, yaitu licin/halus dan bertekstur.

“Bahan utamanya adalah limbah eceng gondok dan sampah plastik keras bekas wadah bedak maupun handbodi,” ucapnya.

Mereka melakukan Pembuatan Panel Plastik Bertulang sebagai bahan dinding alternatif hemat energi pada komunitas bank Sampah Antang. Hal ini juga merupakan program Laporan Kemajuan Hibah Dikti. (wis)

Loading...