Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono Ajak Kepung Istana

  • Bagikan
FAJAR.CO.ID, JAKARTA-- Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono mengajak seluruh elemen masyarakat, mengepung gedung DPR dan Istana Kepresidenan Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait revisi UU KPK. Ajakan itu disampaikannya jika dewan dan pemerintah kukuh ingin merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002, tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (KPK) tersebut. Arief mengatakan, rakyat harus menolak secara total rencana DPR dan dan pemerintah mengubah UU tentang lembaga antirasuah, agar tercipta pemerintahan yang bersih dari korupsi. Bila perlu, kantor-kantor partai politik pendukung revisi juga harus dikepung. "Seluruh asyarakat dari berbagai kalangan baik buruh, tani, nelayan, tukang ojek online, rohaniawan dan para santri. Mari kita kepung DPR dan Istana untuk menolak revisi UU KPK," kata Wakil Ketua Umum Gerindra Arief Poyuono di Jakarta. Ketua Umum Federasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu ini menilai, UU KPK yang ada saat ini sudah cukup bagi lembaga yang kini dipimpin Agus Raharjo dkk untuk membabat habis pelaku kejahatan korupsi yang selama ini menggerogoti uang negara. Menurut Arief, rakyat seharusnya bisa menikmati kesejahteraan jika APBN yang jumlahnya Rp 2.500 triliun tidak bocor.
Bripka Mulyadi Wahid Dapat Anugrah Pendidikan Indonesia Pemerintah Kabupaten Maros Serius Terapkan Pajak Online Tunggakan BPJS di RSUD Salewangang Maros Capai Rp6 Miliar Partai Nasdem Pangkep Incar Koalisi PDIP, Ini Tokohnya Thareq Kemal Habibie: Kondisi Bapak Sudah Stabil
Defisit BPJS Kesehatan juga semestinya tidak terjadi. Untuk itu, perubahan UU KPK harus dicegah agar keuangan negara tidak semakin besar kebocorannya.
  • Bagikan