Dana Transfer Daerah Dipotong 1 Persen Tutupi Defisit BPJS

Kamis, 12 September 2019 10:39
Belum ada gambar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Untuk menambal defisit BPJS Kesehatan, DPR mengusulkan agar Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memotong dana transfer daerah sebesar 1 persen. Dari potongan itu untuk menambal defisit BPJS Kesehatan.Usulan pemangkasan dana transfer daerah itu dibahas dalam rapat kerja dengan Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, Astero Primanto Bhakti. “Bisa tidak kah agar daerah ikut punya tanggung jawab terhadap kesehatan, ini bisa tidak dana transfer daerah dipotong 1 persen untuk BPJS Kesehatan,” kata Wakil Ketua Banggar DPR RI, Said Abdullah, di Gedung DPR RI, Rabu (11/9).Dalam RAPBN 2020, dana transfer daerah sebesar Rp786,8 triliun. Dia mencontohkan, bila dana transfer daerah sebesar Rp600 triliun, maka 1 persen dari Rp600 triliun, yakni mencapai Rp6 triliun. Menurut dia, bisa meringankan defisit BPJS Kesehatan. “Kalau 1 persen saja dari Rp600 triliun katakanlah keseluruhan transfer ke daerah, itu kan ada Rp 6 triliun,” ujar dia.Dengan memotong dana transfer daerah, dia meyakini defisit BPJS Kesehatan tidak akan terjadi lagi. “Sehingga daerah punya sumbangsih. Jangan kemudian setiap BPJS Kesehatan tekor itu langsung minta ke pemerintah pusat dan itu mengganggu anggaran kita,” ucap dia.Terpisah, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad mengatakan tidak sependapat dengan usulan DPR, sebab dalam pembahasan terakhir antara pemerintah dan DPR dalam RAPBN, terjadi peningkatan pendapatan negara sebesar Rp11,6 triliun, dan dialokasikan pada belanja negara sebesar Rp11,6 triliun. Kemudian, terjadi pengurangan subsidi sebesar Rp12,1 triliun.

Komentar