Jimly Asshiddiqie: BJ Habibie Menjelma Jadi Tokoh Muslim Dunia

Kamis, 12 September 2019 - 07:09 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Jimly Asshiddiqie menyebut Presiden Ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie bukan sekadar tokoh bangsa. Sebab, Habibie telah menjelma menjadi tokoh muslim yang diakui dunia.

“Saya ingin sampaikan Pak Habibie bukan hanya tokoh bangsa, beliau juga tokoh dunia Islam pada umumnya,” ucap Jimly Asshiddiqie saat ditemui usai bertakziah di rumah Habibie di Patra Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (11/9) malam.

Jimly Asshiddiqie mengaku menyaksikan langsung ketika nama Habibie dielu-elukan di sejumlah negara seperti Turki, Mesir, dan Maroko. Habibie, kata Jimly, pernah dielukan rakyat Turki ketika Tokoh Dirgantara Indonesia itu hendak berpidato di sebuah stadion sepak bola.

Jimly Asshiddiqie mengatakan, Habibie pernah diundang ke Turki saat masa pemerintahan Necmettin Erbakan. Pidato Habibie tersebut disaksikan oleh Recep Tayyip Erdogan yang kala itu masih memimpin organisasi kepemudaan di Turki.

“ketika perdana menterinya Erbakan, Pak Habibie diundang ceramah di stadion bola. Sepanjang jalan menuju lapangan bola (ada teriakan) ’hidup Habibie’,” kenang Jimly Asshiddiqie.

Menurut Jimly Asshiddiqie, wajar nama Habibie dielukan masyarakan dunia khususnya di negara-negara muslim. Sebab, hanya sedikit muslim di dunia yang berkemampuan di dunia penerbangan seperti Habibie.

“Jadi dia tokoh mendunia. Apa sebabnya, di dunia Islam namanya ilmu pengetahuan dan teknologi belum terlalu berkembang, beda dengan dunia barat,” terang Jimly Asshiddiqie.

Karena itu ketika ada seorang muslim bisa bikin pesawat terbang, umat Islam pun membanggakannya. “Profesor, doktor bisa kuasai industri pesawat terbang di Jerman, itu jadi kebanggan umat Islam,” pungkas Jimly Asshiddiqie.

Sebelumnya BJ Habibie meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD), Jakarta Pusat, Rabu (12/9) pukul 18.05 WIB. Jenazah Habibie akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Kamis (12/9).

Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto, Jakarta pada Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB.

Pemerintah menetapkan hari berkabung nasional selama tiga hari sampai Sabtu (14/9).

Mewakili segenap sivitas Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kepala LIPI, Laksana Tri Handoko menyampaikan duka cita atas wafatnya sosok yang disebut oleh Presiden Joko Widodo sebagai Bapak Teknologi Indonesia ini.

Handoko menjelaskan, LIPI akan terus membawa dan melanjutkan cita-cita besar mendiang B.J Habibie.

“LIPI sebagai salah satu lembaga riset utama dan tertua Indonesia akan terus melanjutkan semangat Pak Habibie membangun ekosistem iptek serta merealisasikan visi Indonesia Maju berbasis riset dan sumber daya manusia unggul,” ujar Handoko.

Setelah Istri

Pupuk Subsidi, Ini Langkah Kementan Tanggapi Rekomendasi KPK dan BPK

Ide Habibie, Pesawat N219 Sempat Diperkenalkan di Makassar

Gagas Gula Semut Aren, Nilawati Jadi Calon Pemuda Pelopor

Tiba Paling Awal, Mentan Mengangkat dan Menyalati Jenazah BJ Habibie

Secara personal, sosok Habibie diakui berperan besar dalam perjalanan karir Handoko sebagai seorang peneliti.

“Pertama kali saya bertatap muka secara langsung dengan Pak Habibie saat saya menjadi peserta Lomba Karya Ilmiah Remaja LIPI tahun 1986,” terang Handoko.

Saat itu Habibie menjabat sebagai Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi di Kabinet Pembangunan IV dan Handoko tercatat sebagai SMA Negeri 1 Lawang, Kabupaten Malang, Jawa Timur.

Pertemuan Handoko dengan Habibie kemudian berlanjut saat dirinya menerima beasiswa Ristek untuk melanjutkan studi ke luar negeri tepatnya ke Department of Phycics Faculty of Science Kumamoto University, Jepang.

Tahun 2004, Handoko meraih penghargaan Habibie Award untuk kelompok ilmu dasar.

“Sampai saat ini saya juga duduk sebagai salah satu Tim Penilai Habibie Award,” ujar Handoko.

Dirinya menjelaskan, sosok Habibie selalu mempunyai kesan yang begitu mendalam.

“Pak Habibie juga berkenan hadir di acara pernikahan saya. Selamat jalan Bapak Teknologi Indonesia,” tandasnya. (jpnn)

Loading...