Laode Muhammad Syarif Anggap Jokowi dan DPR Berkonspirasi

Kamis, 12 September 2019 - 14:33 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode Muhammad Syarif menganggap Presiden Joko Widodo dan DPR RI berkonspirasi melemahkan upaya melawan praktik rasuah di negeri ini.

Tudingan Syarif didasari langkah kepala negara yang beken dengan panggilan Jokowi itu menerbitkan surat presiden (surpres) untuk menugaskan menteri-menterinya membahas revisi UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK.

Menurut Laode Muhammad Syarif, KPK sebagai pelaksana UU tidak diajak kbicara atau setidaknya diberitahu pasal yang akan direbisi. Menurutnya, hal itu menjadi preseden buruk dalam ketatanegaraan Indonesia.

“Ini preseden buruk dalam ketatanegaraan Indonesia, di mana DPR dan pemerintah berkonspirasi diam-diam untuk melucuti kewenangan suatu lembaga tanpa berkonsultasi atau sekurang-kurangnya memberitahu lembaga tertebut tentang hal-hal apa yang akan direvisi dari undang-undang mereka. Ini jelas bukan adab yang baik,” kata Laode Muhammad Syarif, Kamis (12/9).

MEC Rakus Makassar Donor Darah di Milad ke-12 Tahun

Pesan Mendiang BJ Habibie ke Nurdin Abdullah: Jadi Gubernur dan Berhasil Lagi, Jangan kaget Kelak Diminta Jadi Presiden

Mitha The Virgin Mundur dari Republik Cinta Management

Reza Rahadian Kenang Sosok BJ Habibie, Ini Ceritanya

Almarhum BJ Habibie dalam Pandangan Wapres Jusuf Kalla

Karena itu KPK menyesalkan sikap DPR dan pemerintah yang seakan menyembunyikan sesuatu terkait revisi UU tentang lembaga antirasuah tersebut. Syarif menegaskan, tidak ada sedikit pun transparansi yang diperlihatkan DPR dan pemerintah mengenai RUU itu.

“Sebagai ilustrasi, mungkinkah DPR dan pemerintah akan melakukan hal seperti ini pada lembaga lain, seperti kepolisian atau kejaksaan atau lembaga-lembaga lain?” kata dia.

Syarif menegaskan, pimpinan KPK akan menemui pemerintah dan DPR terkait revisi UU ini. “Pimpinan KPK akan minta bertemu dengan pemerintah dan DPR karena kami tidak mengetahui pasal-pasal mana saja yang akan direvisi,” tutup Laode Muhammad Syarif. (jpnn)

Loading...