Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Diminta Awasi Benny Wenda

Kamis, 12 September 2019 - 07:18 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Asril Hamzah Tanjung meminta Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, menugaskan perwakilan Indonesia mengawasi gerak-gerik tokoh separatis Papua, Benny Wenda.

“Tolong minta perhatian dubes-dubes, kemarin kita ke Inggris ketemu Parlemen Inggris, tetapi menurut mereka Benny Wenda jangan terlalu banyak disebut-sebut nanti tambah besar,” pinta Asril kepada Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam rapat kerja di Gedung Nusantara 2 DPR/MPR RI, Jakarta, Rabu (11/9).

Menurut dia, pemantauan oleh duta besar di negara sahabat dibutuhkan demi penegakan hukum di dalam negeri. Pasalnya, pemerintah Indonesia tak dapat berharap banyak dari informasi pihak lain.

“BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara)-nya Inggris juga terlalu teknis dan mereka tidak menangani masalah politik. Yang saya tangkap dari parlemen sana, Benny Wenda jangan terlalu disebut nanti besar, tetapi ini tak banyak disebut kok bisa besar,” kata Asril.

Jimly Asshiddiqie: BJ Habibie Menjelma Jadi Tokoh Muslim Dunia

Setelah Istri

Pupuk Subsidi, Ini Langkah Kementan Tanggapi Rekomendasi KPK dan BPK

Ide Habibie, Pesawat N219 Sempat Diperkenalkan di Makassar

Gagas Gula Semut Aren, Nilawati Jadi Calon Pemuda Pelopor

Oleh karena itu, menurut Asril, bukan hanya duta besar yang perlu ditugaskan untuk memantau pergerakan Benny Wenda di luar negeri, tetapi juga atase pertahanan (athan) dan perwakilan BIN (perbinlu).

“Maksud saya persentase (jumlah dan penempatan, red) athan dan perbinlu harus dikaji ulang. Ini saya cek, di Afrika Selatan ada (athan/perbinlu), tetapi di Pantai Gading mereka pindah-pindah,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi tak langsung menyampaikan tanggapannya terhadap usulan Asril. Retno meminta ke pemimpin rapat, Hanafi Rais, agar persoalan terkait Papua dibicarakan dalam forum tertutup. (jpnn)

Loading...