Muhammad Romahurmuziy Minta Pindah dari Rutan KPK

Kamis, 12 September 2019 - 07:58 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mantan Ketua Umum PPP Muhammad Romahurmuziy alias Romy merasa tak nyaman berada di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK. Dia pun meminta untuk bisa dipindahkan ke Lapas Cipinang, Jakarta Timur.

“Kami menyampaikan permohonan agar saudara terdakwa ini bisa dipindah penahanannya dari Rutan KPK ke Lapas Cipinang karena ada beberapa pertimbangan yang sudah kami sampaikan secara tertulis,” kata kuasa hukum Muhammad Romahurmuziy, Maqdir Ismail di Pengadilan Tipikor Jakarta dalam sidang dengan agenda pembacaan dakwaan terhadap Romy oleh Jaksa Penuntut Umum KPK, Rabu (11/9).

Terdakwa kasus suap jual-beli jabatan tersebut merasa ruangan untuk beraktivitas di Rutan Cabang KPK sangat terbatas.

“Sebenarnya yang menjadi persoalan utama di situ sangat terbatasnya ruangan. Saat ini, hanya 4X7 meter digunakan untuk 25 orang sekaligus tempat untuk beribadah, menonton televisi, main remi, makan dan juga bersosialisasi,” ujar Muhammad Romahurmuziy.

Ketua Majelis Hakim Fahzal Hendri akan mempertimbangkan permintaan Romy. “Nanti akan kami pertimbangkan, nanti dimusyawarahkan, ini beralasan atau tidak,” kata Hakim Fahzal.

Menantu Bupati Pangkep Arsyad Yunus Ikut Bersaing di PDIP

Capim KPK Firli Bahuri Lakukan Pelanggaran Berat, Rilis KPK

Kedutaan Besar Inggris Sampaikan Duka untuk BJ Habibie

Bendera Setengah Tiang Berkibar di Rumah Warga Parepare

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi Diminta Awasi Benny Wenda

Saat dikonfirmasi oleh Hakim Fahzal, apakah ia sehat selama berada dalam penahanan, Muhammad Romahurmuziy mengaku sempat dibantarkan penahanannya di RS Polri Jakarta Timur karena sakit.

“Kebetulan selama lima bulan terakhir di awal-awal penahanan saya tiga kali dibantarkan karena saya memang sejak mahasiswa memiliki batu ginjal dan ada pembatasan air waktu itu di Rutan KPK sehingga kemudian saya kumat sehingga harus dibantarkan di RS Polri,” kata Muhammad Romahurmuziy.

Rommy didakwa menerima suap bersama Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin sebesar Rp325 juta dari Kepala Kantor Kemenag Provinsi Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Selain itu, Muhammad Romahurmuziy juga didakwa terima suap Rp91,4 juta dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi. (fin)

loading...