Murid SIT Nurul Fikri Makassar Terbangkan Pesawat Kertas dan Salat Gaib untuk BJ Habibie

0 Komentar

FAJAR.CO.ID — Pesawat terbang menjadi icon yang sangat cocok untuk menggambarkan sosok dari presiden Republik Indonesia yang ketiga, BJ Habibie.

Pabrik PT Dirgantara Indonesia adalah pabrik pesawat yang didirikan oleh Habibie yang pada tahun 1985 bernama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) setelah sebelumnya bernama  PT Indonesia Pesawat Terbang Nurtanio pada tahun 1976 dan menjadi satu-satunya pabrik pesawat di Asia Tenggara waktu itu.

Dengan prestasi besar tersebut, murid TKIT dan SDIT Nurul Fikri Makassar terinspirasi dan membuat pesawat dari kertas dan menuliskan harapan, doa, dan ungkapan terima kasih kepada Habibie karena telah berdedikasi besar kepada Indonesia. “Terima kasih, BJ. Habibie atas semuanya. Semoga masuk Surga. Aamiin.” Tulis Alif, murid kelas lima di atas pesawat kertas yang ia buat.

Lain halnya dengan Fillah, masih berteman kelas dengan Alif, dia mengucapkan rasa harunya setelah menuliskan kalimat di atas pesawat kertasnya, “Terharuku. Kayak mauka menangis sudah menulis tentang Habibie.” Ujarnya saat berada di dalam kelas.

Kepala Sekolah TKIT dan SDIT Nurul Fikri, masing-masing adalah Muh Zabir dan Andi Nur’Aini sangat mengapresiasi kegiatan tersebut. Pasalnya, mereka berharap akan lahir pemimpin-pemimpin ummat masa depan yang terinspirasi dari Habibie yang membanggakan dunia dan juga agama.

Mereka melepaskan dan menerbangkan pesawat kertas di halaman sekolah sambil meneriakkan kalimat “We Love You, Habibie!”.

Murid SMPIT dan SMAIT Nurul Fikri Makassar juga turut menunjukkan duka citanya atas wafatnya BJ Habibie yang meninggal dunia pada usia 83 tahun. Mereka menunjukkannya dengan menggelar salat ghaib di Musalla sekolah, Jalan Meranti nomor 1. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan doa bersama yang ditujukan kepada almarhum.

Dipimpin oleh Ustaz Ahsan, pelaksanaan salat ghaib tersebut berjalan khusyuk dan khidmad. Ustadz Ahsan menyampaikan bahwa pelaksanaan shalat tersebut sebagai bentuk penghormatan atas jasa besar yang diberikan oleh BJ Habibie untuk bangsa Indonesia utamanya dalam perannya mengabdi kepada negara dan juga agama. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...