Pemerintah Indonesia Kecam Niat Netanyahu Caplok Yordan

Kamis, 12 September 2019 - 09:49 WIB

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mengecam, rencana Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu yang ingin mencaplok Lembah Yordan dan Laut Mati utara jika memenangkan pemilu.

“Pemerintah Indonesia mengecam keras pernyataan Perdana Menteri Netanyahu yang menjanjikan aneksasi Israel atas sebagian Tepi Barat jika dirinya berkuasa kembali setelah pemilu. Pernyataan tersebut jelas bertentangan dengan hukum internasional dan berbagai resolusi PBB serta mengancam kelangsungan proses perdamaian,” kata Kemenlu RI dalam pernyataan resminya Rabu (11/9).

Pemerintah Indonesia menilai, penting bagi Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) untuk segera merespons pernyataan Netanyahu. “Indonesia menyerukan kembali penyelesaian isu Palestina berdasarkan solusi dua negara dan parameter yang disepakati internasional,” ujar Kemenlu.

Kecaman juga datang dari negara-negara Arab, yang mengutuk rencana Netanyahu mencaplok bagian dari Tepi Barat yang diduduki tersebut.

BJ Habibie Wafat, Instansi dan Warga Diimbau Pasang Bendera Setengah Tiang

DPD IMM Sulsel Selenggarakan Diksuswati III Nasional

Adnan Purichta Ichsan Pimpin PMI, Ini yang Akan Dilakukan

Bapenda UPT Makassar 2 Raup Rp577 Juta dari Operasi Patuh

Bapenda UPT Makassar 2 Raup Rp577 Juta dari Operasi Patuh

Para pejabat di Yordania, Turki dan Arab Saudi dengan tajam mengkritik pengumuman itu. Liga Arab menganggap, tindakan tersebut sebagai agresi perkembangan berbahaya.

Diplomat Palestina Saeb Erekat mengatakan, tindakan seperti itu akan menjadi kejahatan perang yang akan mengubur peluang dari perdamaian.

Palestina mengklaim, seluruh wilayah itu sebagai negara merdeka di masa depan. Sedangkan Netanyahu sebelumnya menegaskan, Israel akan selalu mempertahankan kehadirannya di Lembah Jordan untuk tujuan keamanan.

Netanyahu mengutarakan niatnya mencaplok Lembah Yordan dan Laut Mati utara itu, menjelang penyelenggaraan pemilu Israel pada 17 September mendatang.

Namun, keputusan ini harus menunggu sampai publikasi rencana lama Presiden AS Donald Trump untuk perjanjian damai antara Israel dan Palestina.

“Hari ini saya mengumumkan niat saya, setelah pembentukan pemerintah baru, untuk menerapkan kedaulatan Israel ke Lembah Yordan dan Laut Mati utara,” kata Netanyahu dalam pidato yang disiarkan televisi Israel pada Selasa (10/9) malam waktu setempat.

Oleh sebab itu, dia meminta dukungan kepada segenap warga Israel untuk mewujudkan rencananya. “Segera setelah pemilu, jika saya menerima mandat yang jelas untuk melakukannya dari kalian, warga Israel,” ujarnya. (fin)

Loading...