Sudah Sebulan BTP Tak Kebagian Air PDAM

Kamis, 12 September 2019 - 18:22 WIB
FOTO: DEWI/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Krisis air bersih masih menjadi fenomena tak henti setiap tahunnya di Makassar. Bahkan, beberapa daerah kerap menjadi tumbalnya.

Kekeringan di bendungan Lekopancing dan terbaginya air di Bendungan Bili-bili, berdampak ke beberapa wilayah.

Dari pantauan FAJAR, Kamis, 12 September 2019. Sebagian wilayah Makassar di antaranya di Tinumbu, BTP, dan Batua Raya masih mengalami kekeringan air. Atau dengan kata lain, tak mendapat pasokan air bersih dari PDAM.

Salah Seorang warga di BTP, Fail Firmansyah (30) sudah sebulan tak mendapat pasokan air dari pihak PDAM Makassar. Lokasi rumahnya yang berada di titik dalam di BTP, harus menjadi tumbal tak kebagian air bersih.

Kata dia, beberapa kali ia dan warga lain disekitar tempat tinggalnya mengeluh kepada pihak PDAM, maka mereka tetap diberi solusi. Tetapi solusi tersebut malah menyusahkan. Pasalnya warga di imbau mendatangi PDAM BTP mengambil air dengan membawa jergen.

“Memberatkan sekali menurut saya karena jaraknya cukup jauh, jadi kita pakai saja sumur bornya tetangga yang ada. Kalau bagian depan itu mereka masih tetap ji dapat, kita bagian belakang tidak ada mentong,”keluh pria yang juga pernah berperan dalam film Silariang Cinta yang Tak Direstui ini.

Senada dengan Fail, warga jalan Tinumbu lorong 14 B, Musfira (30) mengatakan di rumahnya sudah dua minggu air PDAM tak mengalir. Itupun beberapa waktu lalu sejak Juli, hanya lima hari mengalir.

kata ibu satu anak ini, mengalirnya pun hanya kadang- kadang di waktu tertentu. Misal jam 02.00 wita hingga 03.30 wita dini hari baru mengalir. Hal ini membuatnya harus begadang menunggu air untuk dipakai anaknya mandi kesekolah dan memasak.

“Tidak mengalir tapi tagihannya wow banget, 2 bulan terakhir saya bayar 300 ribu, seandainya ada sumur borku berhentima langganan di PDAM,” tuturnya, kesal.

Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Makassar, Haris Yasin Limpo mengatakan, kondisi kekurangan air ini akan terjadi hingga pertengahan Oktober 2019. Fenomena pasang membuat debit air baku berkurang. Ini yang sulit dikelola oleh instalasi PDAM.

“Mengapa, karena banyakan air asinnya jadi untuk Makassar memang berkurang di daerah utara dan Selatan. Kita juga harus berbagi dengan daerah Bili-bili,” tuturnya. (wis)

Loading...