Universitas Muslim Indonesia Salat Gaib untuk BJ Habibie

Kamis, 12 September 2019 - 12:56 WIB

 

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Sivitas Akademika Universitas Muslim Indonesia (UMI) melaksanakan salat gaib untuk almarhum Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie. Salat gaib tersebut dilakukan di Masjid Umar Bin Khattab UMI, Kamis (12/9/2019).

Hadir Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, M Zein Irwanto, para pimpinan fakultas, ketua lembaga, unit, dosen, karyawan dan ribuan mahasiswa UMI. Salat gaib dipimpin Abbas Ali Mayo, (Asisten Direktur 3 Pondok Pesantren Darul Mukhlisin Padanglampe).

Seperti dikemukakan Mansyur Ramly di sejumlah media bahwa, BJ Habibie lah yang mendorong pimpinan UMI mendirikan Fakultas Teknologi Industri (FTI). Selain itu, BJ Habibie selama hidupnya telah menjadi inspirasi bagi berbagai kalangan, baik di Indonesia maupun di dunia.

Warga Dusun Lanrae Adakan Ta’sia di Masjid Nur Habibie

Andi Fahsar M Padjalangi Pimpim Doa untuk Bj Habibie

Antusias Anggota DPRD Makassar Saksikan Pemakakaman BJ Habibie dari Siaran Langsung TV

Bupati Bone Andi Fahsar M Padjalangi Bersih-bersih Eselon II

Phinisi Point Makassar Serahkan Motor Pemenang Top Spender

Wakil Rektor IV Universitas Muslim Indonesia, M Zein Irwanto, usai salat gaib berjemaah menyatakan, bangsa Indonesia merasa sangat kehilangan seorang tokoh muslim yang selalu memperjuangkan ditegakkannya IPTEK dan IMTAQ.
Penguasaan Ilmu pengetahuan dan teknologi harus dibarengi dengan iman dan taqwa, dalam mengarungi kehidupan di dunia ini.

Ketua UPT Pendidikan Karakter dan Dakwah Universitas Muslim Indonesia, M Ishaq Shamad menyatakan, salat gaib ini dilaksanakan sebagai wujud belasungkawa sivitas akdemika UMI atas wafatnya BJ Habibie yang pernah menjadi Presiden RI ke-3.

“BJ Habibie merupakan tokoh dunia yang selalu memperjuangkan penguasaan IPTEK yang dibarengi dengan iman dan taqwa,” sebutnya.

Diketahui, Presiden ke-3 Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta pada Rabu malam. Dia meninggal dunia dalam usia 83 tahun setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut.

Selain akademisi UMI yang menyatakan duka, seluruh masyarakat Sulsel juga merasakan hal yang sama. Di beberapa daerah, bendera Merah Putih dikibarkan setengah tiang sebagai ungkapan duka atas meninggalnya BJ Habibie. (ism)

Loading...