Biaya Umrah Jemaah Makassar Naik Hingga Rp3 Juta

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Pemerintah Arab Saudi resmi mencabut kebijakan visa progresif umrah dan haji secara internasional. Dampaknya, jemaah berumrah kedua kali atau lebih di tahun yang sama dikenai biaya visa progresif sebesar 300 riyal atau sekitar Rp1,1 juta.

Pengurangan itu dari 2.000 riyal menjadi 300 riyal. Sedangkan, visa progresif untuk jemaah yang pernah berhaji dan ingin menunaikannya kembali dikenai besaran yang sama, yaitu 300 riyal.

Hal tersebut diumumkan melalui sebuah dekrit raja pada awal pekan ini. Untuk itu beberapa travel umrah di Makassar dibawah naungan Kesatuan Tour Travel Haji Umrah Republik Indonesia (Kesthuri) Makassar, mengumumkan hal tersebut di Four Points by Sheraton Hotel Makassar, Jumat,(13/9).

Ketua Umum DPD Kesthuri Makassar, Usman Jasad mengatakan sistem ini memang perlu penyesuaian untuk jamaah Indonesia sendiri, khususnya mereka yang di Makassar. Kenaikan ini mesti diketahui jamaah agar tak terjadi kesalahpahaman.

Kenaikan secara internasional, untuk itu jemaah punya hak tetap ikut dan sembari menambah biayanya ataukah mencabut uang-nya kembali. Mereka punya hak. Jika dihitung, kata dia, normalnya saat ini untuk biaya umrah di Makassar sebesar Rp20 juta, adanya kenaikan ini membuat penambahan biaya hingga menjadi Rp22 juta hingga 23 juta yang menjadi harga minimal.

“Ini sudah di perhitungkan juga untuk masalah penambahannya dan sudah mencakup asuransi kesehatan dan perlindungan jemaah, jika ada yang menawarkan lebih murah maka perlu waspada,”ucapnya.

Owner dan Direktur Muassasa Ewaa Gate,Omar Misky mengatakan para jemaah harus mengetahui mana yang dikenakan visa progresif. Ini didasarkan pada data E-Hajj yang dikeluarkan Arab Saudi. Dan saat ini semua sistemnya sudah online dan berlaku seluruh dunia. Apabila ada yang tidak menggunakan online untuk sistem pembayarannya maka Arab Saudi menolak. Seperti yang dilakukan Pemerintah Pakistan yang melarang transper uang ke Saudi. Maka secara otomatis pembayaran untuk jemaahnya ditolak. “Ini sudah aturan untuk menghindari perdebatan dan penyalahgunaan,”ucapnya saat ditemui di four Points By Sheraton Makassar.(wis)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...