Dewan Tolak Anggaran RS Kanker, Butuh Minimal Rp500 M

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Perubahan status Rumah Sakit Khusus (RSK) Dadi menjadi RS Kanker tak dapat terealisasi dalam waktu dekat. DPRD Sulsel menolak usulan anggarannya.

Alasan dewan, anggarannya tak pernah dibahas sebelumnya. Sementara Pemprov Sulsel mengusulkan anggaran pengembangan pada pembahasan Perubahan APBD 2019.

Direktur RS Dadi, dr Arman Bausat mendapat cecaran pertanyaan soal rencana membangun RS Kanker pada rapat anggaran di DPRD Sulsel, Kamis, 12 September. Dia mengusulkan perencanaan anggaran sebesar Rp3,8 miliar.

Anggaran tersebut untuk pengembangan RSK Dadi menjadi RS Kanker. Arman mengaku akan mengikuti rekomendasi Badan Anggaran (Banggar) DPRD Sulsel.

RS Kanker ini sudah diwacanakan sejak 2018. RS Dadi memang sudah diancang-ancang menjadi RS Kanker. Hanya saja nomenklatur belum berubah.

"Makanya kami anggarkan. Nama programnya pengembangan RS Dadi. Anggarannya sebesar Rp3,8 miliar. Ya, kita ikut saja karena nanti katanya bermasalah," bebernya.

Studi kelayakan RS Kanker sudah dilakukan Februari lalu. RS Dadi memang sangat potensial dikembangkan menjadi RS Kanker. Ada 23 juta jiwa penduduk di kawasan timur Indonesia. Sementara RS Kanker hanya ada di Jakarta.

"(RS Kanker) hanya ada RS Dharmais dan RS Siloam. Pasar ini yang akan kita ambil. Tidak semua ke Jakarta," tuturnya.

Anggaran awal yang diusulkan sebenarnya untuk persiapan RS Kanker. Apalagi bila layanan kejiwaan dipindahkan ke RS Sayang Rakyat, tenaga nonjiwa tetap ada di RS Dadi.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Redaksi


Comment

Loading...