Di Rumah Inilah BJ Habibie Sering Bermain Ayunan dan Kelereng

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, PAREPARE – Dulu di rumah itu ada pohon besar. Pohon mangga besar. Rimbun. Di pohon Mangga besar itulah. Rudy sapaan kecil BJ Habibie sering bermain ayunan bersama teman akrabnya, La Cabu. La Cabu pulalah yang sering teriak memanggil namanya, Rudy… Rudy… Rudy.

“Yah, bagi teman dekat BJ Habibie. Itulah namanya. Rudy,” kata Hanisa, istri Usman Balo yang saat ini menempati rumah lama BJ Habibie saat masih tinggal di Parepare, Jumat (13/9/2019).

Rumah ini, sebenarnya sudah berpindah tangan ke keluarga besar Usman Balo. Ayah BJ Habibie, Alwi Abdul Jalil Habibie sudah menjualnya saat hendak dipindahtugaskan ke Makassar.

Alwi harus pindah karena dipromosikan menjadi Kepala Pertanian Indonesia Timur yang berkedudukan di Makassar, kala itu.

“Bapak BJ Habibie menjualnya seharga Rp150 ribu kala itu kepada kakak ipar saya, Gaffar Bustaman,” beber Hanisa.

Kata Hanisa, Gaffar ini adalah suami Zainab, kakaknya. Bapak BJ Habibie menjual rumahnya pada sahabat dekatnya, Pak Gaffar ini.

“Mungkin tahun 48-49 ini. Saya kurang ingat tepatnya. Karena 1950 saya sudah tinggal di sini. Pastinya, Indonesia sudah merdeka,” kenangnya.

Karena, rumah yang dulu sudah ditempati BJ Habibie saat kecil ini bersama orang tuanya kini berpindah tuan. Yah, akhirnya sudah ada beberapa model rumah yang berubah.

Tim USM Jadikan Kotoran Ternak Sapi Jadi Biogas, Bisa Pengganti Elpiji

KH Said Aqil Siroj Hadiri Pelantikan Pengurus Baru NU Makassar

Komunitas Lembaga Lingkar Ajak Warga Kunjungi Bangunan Tua

Sabtu di Anjungan Losari, Komisi Evangelisasi Keuskupan Agung Makassar Gelar “Radarku”

Satlantas Polres Maros Bagi Sembako ke Warga Kurang Mampu

Tak banyak, tepati sudah ada beberapa yang harus dihilangkan. Seperti pohon mangga yang ada di rumah itu.

Sudah ditebang. Tak ada lagi bekas pohon yang rimbun itu. Yang pernah berdiri kokoh di Jalan Bau Massepe itu.

Sudah diganti dengan pohon rimbun yang kerap dijumpai di jalan raya zaman sekarang.

“Sebenarnya ini pohon ada di samping dulu. Dulu pintu utama menghadap ke sana–ke Jalan Usman Isa. Bukan di sini–Di jalan Bau Massepe,” bebernya.

Hanisa pun membeberkan, pintu utama rumah sebenarnya juga terpaksa dirombak karena jalan utama sekarang ada di Jalan Bau Massepe.

Namun, ia memastikan masih mengingat betul bentuk bangunan rumah ini. Kalau mau dikembalikan kebentuk aslinya, ia jamin masih jelas betul di kepalanya.

“Kami sekeluarga sepakat merombaknya. Tetapi, yang pasti saya masih ingat betul model rumah ini,” ujarnya. (sua)

 

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...