Petinggi CIMB Securities Digarap Kejaksaan Agung, Kasusnya Ini

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Satu persatu petinggi CIMB Securities diperiksa penyidik pidana khusus Kejaksaan Agung, terkait kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas pembiayaan dari PT Danareksa Sekuritas Kepada Debitur PT Aditya Tirta Renata.

Kali ini giliran Managing Director CIMB Securities, Yoga Nugraha yang menjalani pemeriksaan di Gedung Bundar Kejaksaan Agung.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri mengatakan kasus tersebut masih dalam tahap penyidikan umum artinya belum pada tahap penetapan tersangka.

“Masih dik (penyidikan) umum, tersangka belum ada, penyidik masih melakukan pendalaman-pendalaman,” katanya di Kejaksaan Agung , Jakarta, Kamis (12/9).

Mukri mengatakan Managing Director CIMB Securities, Yoga Nugraha, diperiksa sebagai saksi terkait dengan pembelian saham SIAP di bursa efek dalam jangka harian (intraday).

Selain petinggi CIMB Securities, penyidik juga memeriksa Ira Febrasari selaku Staf CIMB Securities. Ira Febrasari diperiksa terkait dengan pembelian saham SIAP di bursa efek dalam jangka harian (intraday).

“Penyidik menilai perlu meminta keterangan yang bersangkutan, intinya kedua saksi diperiksa untuk kepentingan penyidikan,” tutupnya.

Warga Negara Indonesia Terlibat Penyelundupan Imigran

Siswa Adu Jotos Viral, Sekolah Tak Sanggup Lagi Mendidik

Sahabat Muda Airlangga Hartarto: AH Gagal Jelas Sangat Keliru

Kay Rala Xanana Gusmao Kirim Bunga untuk Habibie, Isinya Ini

Firli Bahuri, Mantan Ajudan Boediono Ketua KPK, Ini Riwayatnya

Kasus ini, berawal pada 3 Juni 2015. Saat itu, PT Danareksa Sekuritas memberikan fasilitas pembiayaan repo kepada PT Aditya Tirta Renata sebesar Rp 50.000.000.000. Pemberian fasilitas pembiayaan repo tersebut, dengan tenor (jangka waktu) selama 1 (satu) tahun terhitung sejak 3 Juni 2015 sampai dengan 28 Mei 2016, dengan jaminan saham SIAP sebanyak 433.000.000 lembar (closing price 25 Mei 2015 senilai Rp 231/ lembar) dan jaminan tambahan asset tetap berupa tanah seluas 5.555 meter.

Sejak Oktober 2015 pihak PT Aditya Tirta Renata tidak memenuhi kewajibannya membayar bunga dan pokok pinjaman atas fasilitas pembiayaan yang diberikan PT Danareksa Sekuritas (macet).

Dan sesuai perjanjian apabila PT Aditya Tirta Renata tidak memenuhi kewajiban pembayaran bunga dan pokok, maka PT Danareksa Sekuritas dapat melakukan Forced Sell atas saham SIAP. Namun, saham SIAP tersebut tidak dilakukan Forced Sell sampai dengan disuspensinya pada 6 November 2015.

Dalam pemberian fasilitas pembiayaan kepada PT Aditya Tirta Renata, diduga terjadi penyimpangan dengan tidak mempedomani Surat Keputusan Komite Pengelola Risiko. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar