Harusnya PSM Beli Gol Getter, Bukan Gelandang Serang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— PSM Makassar masih terjebak di peringkat 9 klasemen sementara Liga Indonesia 2019. PSM tampak sangat kesulitan memenangkan pertandingan dalam setiap laga. Dalam hal produktifitas Pasukan Ramang juga minim memasukkan gol, hanya 18.

Manajemen PSM telah mendatangkan tiga pemain baru. Dua diantaranya adalah gelandang serang, Raphael Maitimo dan Ezra Walian sementara satu striker murni yakni Amido Balde. Namun tiga pemain ini belum memberi kontribusi besar.

Mantan pelatih PSM dan timnas Indonesia Syamsuddin Umar mengatakan, harusnya manajamen PSM mendatangkan gol getter atau striker pembunuh di lini depan. Bukan second striker.

“Soal materi, saya kira ini yang terbaik. Komposisi di lini tengah di sana ada Wiljan Pluim, M Klok, M Rahmat dan Rezky Pellu atau lainnya. Produktivitas pemain depan sangat minim padahal kinerja lini tengah sangat baik. Jadi sisa mencari gol getter,” kata Syamsuddin Umar, Sabtu 14 September 2019.

PSM pernah memiliki striker terbaik di tanah air era Ligina IX dan X. Duet Oscar Aravena dan Cristian Gonzales merajai produktifitas gol di kompetisi. Hanya berdua striker asal Chile dan Urugay itu mencatat 64 gol. Dia hanya disokong playmaker Jorge Toledo.

Sebelumnya juga pernah tridente Kurniawan Dwi Julianto, Miro Baldo Bento dan Saphau Lessy. Di tengahnya ada Carlos de Melo.

Apakah pelatih Darije Kalezić salah membangun komposisi tim?

Mantan Manajer PSM era Liga Primer Indonesia Husain Abdullah juga punya analisa lain.

Menuru Uceng–sapaan akrab Husain Abdullah, belanja pemain dasar pertimbangannya, kebutuhan, posisi apa perlu diperkuat. Tapi yang tidak kalah, gaya dan skema permainan yang akan diterapkan pelatih.

Tidak jarang pemain bintang sekalipun bisa tidak dapat tempat atau mubazir di bangku cadangan karena karakter permainannya tidak sesuai dengan skema yang diterapkan pelatih.

Tim terbaik yang pernah dimiliki PSM selama Liga Indonesia, adalah tim yg dipernah dibangun Pak Syam dengan Manajer Erwin Aksa. Pilihan pemainnya memenuhi skema dan pola permainan yg dirancang pelatih; double stoppernya diisi duet Jack Komboy-Charis Julianto, bek sayap kiri gantung Ortizan Salossa. Di tengah Toledo berduet Fagundez, depan Oscar berduet Aravena.

Tim seperti ini kerangkanya jelas. Tidak heran dalam satu musim mampu mencetak 64 gol dan kebobolan di bawah 20 gol. (aci)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar