Penipuan Modus Rental Mobil, Tersangka Sudah Diringkus Polisi, Puluhan Mobil Masih Hilang

0 Komentar

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR— Puluhan mobil milik warga masih raib. Itu setelah menjadi korban penipuan rental Mahdil dengan iming-iming bayaran sewa yang cukup tinggi.
Kasus penipuan berkedok rental mobil itu menyisakan banyak korban. Mereka masih mencari-cari mobilnya yang hilang bak ditelan bumi. Hanya saja, para korban yakin jika mobilnya telah digadaikan pelaku penipuan, Mahdil, kepada pihak tertentu.
Pelarian Mahdil pun akhirnya berakhir di tangan Polrestabes Makassar. Kasatreskrim, AKBP Indratmoko membenarkan, personelnya telah meringkus pelaku penggelapan mobil itu, Jumat, 13 September. Hanya saja, belum ada barang bukti mobil-mobil yang kini tersebar di tangan banyak pihak.
“Iya, sudah ditangkap. Ini sementara masih hangat-hangatnya diperiksa. Kita sementara cari mobil-mobilnya dengan berkoordinasi juga dengan POM. Total mobilnya (yang digelapkan) juga sementara didata,” terang Indratmoko di kantornya, Sabtu, 14 September.
Sebelumnya, 40 unit juga sempat bertandang ke Kostrad Kariango lantaran ulah Mahdil yang menggadaikan mobil-mobil itu. Meski begitu, kendaraan roda empat itu telah dikembalikan ke pemiliknya masing-masing. Para personel Kostrad Kariango ikut tertipu oleh ulah Mahdil. Penyerahan itu dikawal langsung oleh Polisi Militer.
Hingga kini, kata Riswan, mobil yang raib itu tercatat masih ada lebih dari 30 unit yang belum sampai ke pemiliknya. Beberapa cara dilakukan untuk mencari keberadaan mobil tersebut. Tak terkecuali, melacak via Global Positioning System (GPS).
Salah satu mitra Mahdil Rent Car, Riswan mengakui, hampir semua mobil yang digelapkan Mahdil digadaikan ke Kostrad. Hanya saja, ada mobil yang telah digadaikan Mahdil di luar Kostrad. Salah satu contohnya, sebut Riswan, ke seorang oknum bernama Gunawan. “Termasuk mobil saya, digadaikan kesitu,” imbuhnya.
Mahdil menggadaikan mobil-mobil itu dengan kisaran harga Rp15-30 juta. Hanya berbekal STNK dan surat perjanjian dengan kop Mahdil Rent Car. Setelah itu, ia akan menutup biaya sewa kepada pemiliknya sekira Rp5 juta per bulan.
Dengan begitu, Mahdil seolah-olah menjalankan usaha perentalan mobil tersebut dengan hasil yang cukup menggiurkan. Sementara, usaha perentalan mobil itu baru berjalan selama delapan bulan. Dimulai sejak awal tahun 2019.
“Kami (mitranya) juga terkena tipu. Sekarang kami yang kena imbasnya dan harus bertanggung jawab sama pemilik-pemilik yang memasukkan mobilnya lewat kami,” keluh Riswan, yang masih menggalang teman-temannya mencari keberadaan Mahdil.
Dalam menjalankan aksinya, Mahdil juga merekrut mitra. Tugas mereka, menarik pemilik mobil yang ingin merentalkan mobilnya. Biasanya, seorang mitra bakal mendapatkan komisi sekira Rp1 juta. Semakin banyak mobil yang disetorkan kepada Mahdil, semakin banyak pula komisi yang bisa didapatkan. (mam)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar