Soal Sampah Plastik, Ini Sikap Gubernur Sulsel

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR -- Limbah plastik saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Tidak hanya mencemari tanah, namun juga sudah mengancam ekosistem di laut.

Data Wahana Lingkungan Hidup yang diambil dari World Economic Forum, setiap tahunnya, sampah plastik bertambah sekitar delapan juta ton setahun.

Menyikapi kondisi tersebut, Pemprov Sulsel berusaha untuk ikut berkontribusi dalam mengurangi penggunaan plastik dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari yang paling sederhana, dengan meminimalkan konsumsi air kemasan plastik.

Gubernur Sulsel Prof HM Nurdin Abdullah pun tidak main-main dalam menyikapi kekhawatiran terhadap penumpukan limbah plastik tersebut. "Limbah plastik sudah semakin mengkhawatirkan dan menjadi musuh bersama. Jadi setop menggunakan plastik," imbaunya.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode itu mengemukakan, dirinya saat ini juga mengurangi konsumsi air kemasan plastik dengan membawa tumbler atau botol berisi air minum ke mana-mana. "Jadi kita mulai dari diri sendiri, kemudian ditularkan ke orang lain. Sederhana, tapi kalau kita berkomitmen, hasilnya akan terlihat," ungkapnya.

Orang nomor satu Sulsel itu bahkan melibatkan Tim Penggerak PKK untuk menyosialisasikan program penanggulangan limbah plastik. Gayung bersambut karena selama ini, organisasi tersebut cukup konsisten dalam persoalan ini.

Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Sulsel, Hj Liestiaty Fatirudin bahkan mengeluarkan surat edaran untuk pengurangan sampah plastik bernomor 19/SE Skr/PKK Prov/II/2019, bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2019 lalu.

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID
Editor : Edy Arsyad


Comment

Loading...