Wujudkan Sanitasi Lingkungan, FKM Unhas Kolaborasi Dua Universitas Jepang Buka Sakura Science Program

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Hasanuddin, bekerjasama dengan Research Institute for Humanity and Nature (RIHN) dan Ehime University Jepang dalam program Sakura Science Program dan telah berlangsung, hingga 14 September 2019.

Kegiatan Sakura Science diterima langsung oleh Prof Masayuki Sakakibara yang menjadi partner sekaligus sebagai post professor dari program ini, didamping oleh Mari Takehara dan Myo Han Htun (Kotoe-San).

Peserta melakukan kunjungan atau tour project pada masing-masing unit di RIHN. Beberapa project yang diperkenalkan misalnya assessment of the health impacts of haze pollutants caused by peatland fires, towards the regenaration of tropical peatland societies, biodiversity-driven nutrient cycling and human well-being in social-ecological systems.

Menurut Myo Han Htun (Kotoe-San), seperti rilis diterima FAJAR.CO.ID, Sabtu (14/09/2019) umumnya research yang dikembangkan di RIHN berdasarkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat. Dengan research itu dapat diidentifikasi level masalah yang dihadapi masyarakat, dan intervensi yang diberikan.

Ia juga menjelaskan aspek-aspek yang harus diketahui oleh mahasiswa di Jepang melingkup apa yang harus dilakukan dan tidak boleh dilakukan. Misalnya, menyeberang di jalan, membuang sampah, antrean di Kereta, antrean dan menggunakan ATM, antrean untuk makanan, menggunakan sepeda, parkir dan tunjukkan bagaimana menjadi pendengar yang baik (good listener).
Sementara Mari Takehara banyak membantu secara administratif misalnya tentang penyediaan RIHN house, travel assurance, fasilitas supermarket dan sebagainya.

Baca Juga: 

Prof Sakakibara menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan program Sakura Science yakni mahasiswa Indonesia memperoleh membelajaran di Jepang bagaimana research dan universitas bekerja secara terpadu. Para researcher mengembangkan projek transdisciplany research berdasarkan masalah yang dihadapi oleh negara dan masyarakat. Menurutnya mahasiswa adalah masa depan Indonesia bagaimana meningkatkan kesehatan dan kualitas lingkungan dan sanitasi sehingga derajat kesehatan masyarakat bisa lebih

Sementara itu, Wakil Dekan FKM Unhas, Prof Sukri Palutturi, yang turut mendampingi kegiatan ini menyampaikan terima kasih kepada Prof Masayuki Sakakibara dan tim, RIHN dan Ehime University Jepang yang telah memberi kesempatan kepada mahasiswa.
“Kami berharap program ini dapat berlanjut terus, sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan dan pembelajaran terutama yang berkaitan dengan bagaimana Jepang menyelesaikan masalah kesehatan dan lingkungan,” ungkapnya. (ind/aci)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...