Andi Terjun dari Lantai 4 Gedung, Akhirnya Tewas Mengenaskan

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, SURABAYA– Jumat (13/9) mungkin menjadi salah satu hari yang tak dilupakan Irfan Tandiono. Saat bersantai, tiba-tiba warga Jalan Manyar Kertoarjo Gang III itu dikejutkan suara berdebum keras di belakang rumahnya. Setelah mengecek, Irfan melihat sesosok tubuh tergeletak dalam posisi tak wajar. Darah berceceran. Sekilas melihat, dia tahu bahwa pria yang belakangan diidentifikasi bernama Andi itu jatuh dari atas.

’’Saya langsung memanggil warga lain,’’ ucap warga yang tinggal di belakang sebuah diler mobil itu Warga pun berkerumun dan segera melaporkannya ke aparat. Tak berapa lama, petugas Satnarkoba Polrestabes Surabaya datang. Andi ternyata buruan mereka. Dia merupakan pegawai diler di belakang rumah Irfan tersebut.

’’Dia sudah lama menjadi TO (target operasi, Red). Kami memang memburunya. Namanya disebut sebagai pengedar oleh pelaku lain dalam pengembangan kasus narkoba,’’ kata Kasatnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian.

Teka-teki pun terjawab. Rupanya, saat itu para reserse narkoba Polrestabes Surabaya melakukan penggerebekan di diler tersebut. Mengetahui dirinya digerebek, Andi berusaha kabur. Tidak lupa, dia membuang satu bungkus pil koplo atau yang dikenal dengan dobel L. ’’Kami menemukannya saat mencari-cari dia,’’ ucap perwira dengan satu melati di pundak itu.

Menghindari petugas, Andi pun kabur ke lantai 5 diler kantornya tersebut. Polisi terus memburu. Andi bertindak nekat. Bagai atlet parkour, pria 31 tahun itu melompat ke genting rumah penduduk di sebelah kantornya. Keputusannya tersebut berakibat fatal. Tak punya bekal ketangkasan apa-apa, Andi salah mendarat. Dia terbanting keras ke tanah dari ketinggian sekitar 12 meter. Menimbulkan suara yang didengar Irfan tersebut.

Memo menuturkan, pihaknya menemukan barang bukti lain di tubuh korban. Dalam olah TKP, ditemukan satu poket sabu-sabu (SS). Barang terlarang tersebut tersimpan di saku belakang sebelah kanan. ’’Intinya, yang bersangkutan sangat ketakutan. Jadi, terjun itu untuk melarikan diri,” katanya.

Memo menyesalkan kejadian tersebut. ’’Kenapa harus mempertaruhkan nyawa untuk hal-hal yang seperti ini?’’ paparnya. Jika Andi menyerahkan diri dengan baik-baik, tentu saja ceritanya akan lain. Meski tentu saja harus merasakan penjara, setidaknya Andi masih hidup dan punya kesempatan untuk memperbaiki diri.

Memo mengungkapkan, pihaknya langsung menyerahkan jenazah korban kepada keluarga setelah melakukan visum. Kasus tersebut, kata dia, tidak ditutup setelah pelaku tewas. Jajarannya masih mengembangkan jaringannya yang lain. ’’Semoga kami bisa mengungkap jaringan yang lebih besar,” tegasnya.

Main Rapi dengan Lingkungan Sekitar
Andi dikenal sebagai salah satu pekerja yang baik di diler mobil kelas premium di Jalan Manyar Kertoarjo. Tampaknya, dia termasuk pengedar yang bermain bersih. Artinya, dia tidak pernah menunjukkan keterlibatannya dalam sindikat narkoba di lingkungan sekitar.

Makanya, peristiwa pada Jumat petang (13/9) membuat koleganya kaget. ’’Setiap harinya ya normal-normal saja. Tidak pernah terlihat aneh-aneh,’’ kata Rifa’i, 39, salah satu rekan kerjanya. Dia mengatakan, Andi sudah lama bekerja di diler tersebut. ’’Saya nggak tahu berapa tahun. Setahu saya sudah lama,’’ katanya. Dia bekerja di diler sebagai perawat mobil. Selama ini dia bekerja secara profesional Rifa’i mengatakan, dirinya tidak tahu bahwa Andi punya pekerjaan lain sebagai pengedar sabu-sabu (SS). Mayoritas pegawai lainnya juga terkejut saat didatangi polisi. Dia dan teman-temannya yang lain ketakutan. Ternyata, penangkapan itu menyasar tiga orang. Salah satunya Andi. Meski begitu, Andi disebut tidak pernah mengajaknya untuk mengonsumsi SS.

Master Melon

Kementan Dinilai Serius Terapkan Modernisasi Pertanian

Soal Revisi UU KPK, Pengamat: Presiden Setengah Hati Melawan Korupsi

Kabut Asap Makin Parah, Transportasi Laut Terganggu

Tiga ABK Akhirnya Ditemukan di Pulau Tak Berpenghuni, Begini Kondisinya

’’Enggak pernah ditawari. Makanya, kami juga kaget. Ya cuma ngobrol-ngobrol biasa kalau berdua. Kok isok ya,’’ ucapnya. Rifa’i mengatakan, pelaku juga tidak berani mengonsumsi SS saat di diler. Sebab, banyak pekerja lain yang berseliweran.

Sementara itu, Ketua RW VI Kelurahan Manyar Sabrangan Didi Santoso menuturkan, dirinya mengatakan tidak mengenali pelaku. Andi Tidak pernah melintas di area Perumahan Manyar Kertoarjo. Dia baru tahu setelah terjadi insiden tersebut.

’’Sebelumnya ya enggak tahu pelaku itu siapa. Dengar namanya saja enggak pernah,’’ katanya. Didi menuturkan, pada saat kejadian pihaknya hanya diminta sebagai saksi. Sebab, pelaku saat terjatuh menimpa salah satu rumah warganya, Irfan.

Sementara itu, Toto, salah satu satpam, mengatakan juga tidak mengenal sosok Andi. Apalagi, jarak akses pos utama dengan diler tidak begitu dekat. Jaraknya sekitar 40 meter. ’’Saat itu cuma dibilang sama pembantu rumah tangga. Katanya ada orang jatuh dari plafon. Tahunya itu saja,’’ ucapnya. Selain itu, Toto tidak pernah melihat Andi di area perumahan. Dia baru tahu saat mengobrol dengan polisi setelah penangkapan. (jp)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar