Aparat Desa Enrekang Dilatih Gunakan Aplikasi SIPADES

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR- Pemerintah Kabupaten Enrekang berkerja sama dengan Lembaga Manajemen Keuangan dan Ilmu Pemerintahan mengadakan Pelatihan Sistem Pengelolaan Aset Desa (SIPADES) di Hotel Remcy Panakkukang, Makassar (14-15/09/2019). Aparat desa dilatih gunakan ini.

Dari pelatihan aparat desa Enrekang ini, diharapkan aparat desa mampu mengelola aset desa secara transparan dan akuntabel, dikelola dengan baik sehingga mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa.

aparat desa Enrekang juga dilatih menggunakan aplikasi tersebut. Sebanyak 120 perwakilan desa terdiri dari aparat desa dan kepala urusan pemerintah (KAUR) desa mengikuti pelatihan. Dilatih oleh tim dari Ditjen Bina Pemdes Kemendagri RI. Aplikasi juga dibagikan secara gratis.

Pelatihan aparat desa Enrekang ini merupakan pelatihan kedua di Sulsel, setelah Kabupaten Gowa. Pelatihan ini sendiri menjadi tantangan bagi pemerintah agar peningkatan kapasitas aparatur desa bisa lebih meningkat dan merata.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Enrekang, Zubedah Bando menekankan, setelah pelatihan diharapkan aparat desa dapat mengelola aset desa dengan baik, aman dan tidak hilang.

McDonald’s Indonesia Gelar “McDelivery Night In”, Apresiasi Konsumen

Kalla Toyota 3on3 Basketball Competition, Pupuk Kerja Sama Tim

Andi Promal Pawi Tinjau Situs Timuange, Ini Komitmennya

Ketua PMI Kota Makassar Syamsu Rizal Harap Ini di KLB 11

Lima ASN Pemkab Gowa Dapat Sanksi KASN, Perilakunya Ini

“Aset desa jelas peruntukannya, sampai pelabelan, kita berharap semua aset desa aman,” kata Zubaedah.

Dia melanjutkan selama ini persoalan yang dihadapi adalah ketika kepala desa sudah tidak menjabat, terkadang aset tersebut juga hilang. Hal ini yang tidak diinginkan. Dengan Aplikasi tersebut akan mencatat semua aset yang ada dan tercatat dengan rapi.

Zubaedah menjelaskan, Kabupaten Enrekang saat ini telah mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) No. 12 Tahun 2019 tentang Hak Asal Usul Desa dan Hak Kewenangan Desa. Dalam Perbup tersebut telah diatur seperti apa aset desa di Enrekang dikelola. Paling lambat tahun 2021 seluruh aset diserahkan ke desa.

“Aparat desa Enrekang harus tahu mengelola aset desanya, jika desa tidak mampu mengelola pasar desa misalnya, mungkin tidak diserahkan, selama desa mampu mengembangkan dan mensejahetrakan desa patut diserahkan,” jelasnya. (fik)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...