Literasi Keluarga dan Keluarga Literasi

Minggu, 15 September 2019 13:42

Oleh: Fitrawan Umar(Penulis; Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar)Literasi sedang digaung-gaungkan saat ini. Literasi menjadi perhatian sebab Indonesia kini dihadapkan pada dua tantangan besar, yakni bonus demografi pada hari-hari mendatang, dan kenyataan hari ini bahwa indeks literasi Indonesia masih berada di bawah negara-negara lain. Kita tahu, literasi adalah bekal penting, bahkan paling penting, bagi kemajuan sumber daya manusia dalam periode bonus demografi mendatang atau kurun abad ke-21. Apabila komposisi penduduk diisi oleh generasi muda kurang berkualitas, bonus demografi dapat berbalik menjadi ancaman yang serius.Persaingan global kian ketat. Indonesia tidak dapat lagi hanya mengandalkan kekayaan alam sebagai ‘jualan’ ke dunia. Negara-negara maju di seluruh dunia juga tidak mengandalkan kekayaan alam semata. Dalam memenangkan persaingan, Indonesia butuh generasi muda yang pandai, kritis, kreatif, inovatif, berdaya juang tinggi, dan punya kemampuan beradaptasi dalam segala rintangan. Profil generasi muda yang demikian tidak lain adalah generasi muda literat.Pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, telah berada pada jalur yang benar ketika mencetuskan Gerakan Literasi Nasional. Begitu pula pemerintah sudah tepat saat menjadikan Gerakan Literasi Keluarga sebagai bagian dari Gerakan Literasi Nasional. Kenyataannya memang keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat yang berperan penting dalam membentuk karakter seorang individu. Keluarga adalah sekolah pertama anak dalam menyerap pengetahuan.

Bagikan berita ini:
4
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar