Berdayakan Pelaku Ekraf dan IKM, Kantong Kreatif Bacukiki Gandeng RKB Telkom

0 Komentar

 

Fajar.co.id, Parepare – Inovasi Kantong Kreatif yang merupakan terobosan dari Pemerintah Kecamatan Bacukiki, dalam memberdayakan dan mengembangkan Ekonomi Kreatif serta Industri Kecil Menengah yang ada di Kecamatan Bacukiki, kini menggandeng Rumah Kreatif BUMN untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas usaha-usaha dalam sektor tersebut.

Kepala Seksi Ekonomi dan Kesra Kecamatan Bacukiki, Ita Purnamasari mengungkapkan bahwa konsep Kantong Kreatif Bacukiki merupakan layanan terintegrasi yang disediakan oleh Pemerintah Kecamatan untuk mendorong dan memberdayakan pelaku industri mikro, kecil dan menengah serta pelaku kreatif yang ada di wilayahnya.

“Jadi selain disediakan ruang dan wadah yang memungkinkan orang kreatif dapat mandiri serta mampu menjadikan kreatifitas sebagai sumber ekonominya, Pemerintah Kecamatan juga terus berkoordinasi dan berkolaborasi dengan SKPD teknis serta perusahaan BUMN/BUMD agar para pelaku usaha mendapatkan perhatian dan pembinaan,” papar Ita, Senin (16/09/2019).

Menurut ita, untuk mengembangkan kapasitas dan kapabilitas usaha-usaha IKM yang ada diperlukan kolaborasi, tidak hanya dari Pemerintah semata tetapi semua unsur yang ada, agar pelaku usaha dan IKM ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap peningkatan perekonomian.

“Beberapa pelaku usaha yang ada, telah kita didaftarkan sebagai anggota Rumah Kreatif yaitu milik PT. Telkom untuk dibantu dan dibina agar produk yang dihasilkan berkualitas serta didukung sarana dan fasilitas pemasaran yang memadai. Jadi kita pakai sistem keroyokan untuk memberdayakan ekraf dan IKM ini,” terang Ita.

Sementara itu, Camat Bacukiki, Saharuddin mengatakan agar pengembangan ekonomi kreatif berjalan dengan baik didaerah, diperlukan aktivasi ekonomi kreatif yang dapat dimulai dari penguatan lokalitas di daerah, karena sejatinya setiap daerah masih menyimpan beragam sisi keunikan dan SDM yang terbilang cukup kreatif.

“Saat ini sektor ekonomi kreatif yang berbasis desa maupun kecamatan masih menjadi gagasan pinggiran, padahal basis perekonomian nasional banyak ditopang ekonomi kecil yang berbasis desa. Sehingga perlu penanganan serius terhadap sektor informal ini, dimana pemerintah pun harus kreatif mengelolanya,” katanya.

Terpisah, Asrul yang akrab disapa Ayyung, salah satu pelaku ekonomi kreatif pembuat gitar mengaku sangat terbantu dengan adanya Kantong Kreatif Bacukiki. Apalagi saat ini juga, usahanya telah terdaftar menjadi binaan dari Rumah Kreatif Telkom.

“Kami tentunya sangat bersyukur telah mendapat perhatian dan pembinaan baik dari Pemerintah sendiri maupun dari pihak swasta. Banyak keuntungan yang kami dapatkan, salah satunya yaitu kami dibimbing dan didampingi untuk menjawab tantangan utama pengembangan usaha kami dalam hal peningkatan kompetensi, peningkatan akses pemasaran dan kemudahan akses permodalan,” tandas Ayyung. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment