Buronan Mathias Hubert Marie Echene Diserahkan ke Hong Kong

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Tim jaksa pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali melaksanakan penetapan Pengadilan Negeri (PN) Denpasar terhadap buronan Mathias Hubert Marie Echene (48), warga negara Perancis.

PN Denpasar menetapkan Mathias yang harus diserahkan ke Hong Kong, karena telah berstatus buronan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapus Penkum) Kejaksaan Agung, Dr Mukri mengatakan Mathias merupakan buronan pelaku kejahatan berkewargnegaraan Prancis. Dia dimintakan penyerahannya oleh wilayah pemerintah administrasi khusus atau Special Administrative Region (SAR) Hong Kong.

“Pendeportasian dilakukan setelah Pengadilan Negeri Denpasar membuat penetapan yang menyatakan buronan Mathias Hubert Marie dapat diserahkan kepada pemerintah Hong Kong SAR. Dia dideportasi atas permintaan pemerintah Hong Kong kepada Indonesia,” katanya saat dikomfirmasi, Minggu (15/9).

Dia menjelaskan buronan Mathias Hubert Marie Echene merupakan pelaku kejahatan yang melarikan diri ke Indonesia. Sementara Indonesia dan Hong Kong memiliki perjanjian kerja sama terkait penyerahan pelaku kejahatan atau pelanggar hukum yang melarikan diri atau The Surrender of Fugitive Offenders sejak 5 Mei 1997.

Biro Hukum dan HLN Kejaksaan Agung kemudian memfasilitasi dengan mengkoordinir penyerahan secara fisik Mathias oleh Kejati Bali kepada perwakilan Department of Justice Hong Kong SAR untuk membawanya ke Hong Kong.

Proses penyerahan buronan Mathias Hubert Marie berjalan dengan baik berkat koordinasi erat Biro Hukum dan HLN Kejagung bersama Kejati Bali, Department of Justice Hong Kong SAR, Hong Kong Police Force, Konsul Kejaksaan pada KJRI Hong Kong K/L terkait.

“Di Hong Kong warganegara Prancis ini akan menghadapi tuduhan melakukan tindak pidana pencucian uang atau money laundering,” tutupnya.

Sebelumnya Hong Kong SAR melakukan permohonan ekstradisi melalui saluran diplomatik berdasarkan surat Konsul Kejaksaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong Nomor 2516/JAK/IX/2017 tertanggal 25 September 2017. Surat ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM RI perihal permintaan penyerahan pelanggar hukum yang melarikan diri dari pemerintah administrasi khusus Hong Kong atas nama Mathias Hubert Marie Echene.

Penyanyi Via Vallen: Sampe Ketemu di Lapangan Ex MTQ Yaaaa!

Curi Motor Istri Siri, Begini Alasan AD Nekad Melakukannya

Pengurus UKM Jurnalistik Al-Qalam UMMA Maros Resmi Dilantik

Presiden Soekarno di Mata Rakyat Uzbekistan, Penemu Makam Imam Bukhari

Yusril Ihza Mahendra Sebut Presiden Tak Berwenang Kelola KPK

Selain itu, diterangkan pula adanya surat permintaan untuk penyerahan buronan Mathias Hubert Marie Echene dari penasehat hukum senior pemerintah unit bantuan hukum timbal balik Divisi Hukum Internasional tertanggal 14 September 2017.

Selanjutnya, surat Secretary for Justice pemerintah administrasi khusus Hong Kong tentang permintaan dari wilayah administrasi khusus Hong Kong Republik Rakyat Tiongkok tanggal 6 September 2017, untuk penyerahan terdakwa buronan Mathias Hubert Marie Echene beserta dengan seluruh dokumen sebagaimana terlampir untuk dapat ditindaklanjuti sesuai ketentuan yang berlaku kepada pemerintah RI untuk menjalani proses hukum atas tindak pidana yang dilakukan di Negara Hong Kong SAR.

buronan Mathias Hubert Marie Echene sendiri ditangkap begitu tiba di Bali menyusul red notice yang diterima tim dari Polda Bali pada 1 Agustus 2017. (fin)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar