Hiu Tutul Raksasa Terdampar di Laut Selatan, Begini Kondisinya

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JEMBER – Seekor hiu tutul raksasa ditemukan terdampar di pantai perairan Laut Selatan. Tepatnya, Desa Kepanjen, Kecamatan Gumukmas, Jember, Jatim.

Dugaan sementara mamalia berbadan besar tersebut, terjebak ke lautan dangkal setelah memburu plankton.

Namun, dalam identifikasi petugas, ditemukan bagian dada dan siripnya alami luka mirip sabetan benda tajam.

Jenis ikan ini merupakan hiu tutul yang telah jinak. Panjang tubuhnya sekitar 6 meter dan lingkar tubuh 4 meter.

Awal ditemukan, hiu tutul raksasa ini telah berada di atas pasir oleh kaum nelayan dengan kondisi mati.

Meski badannya masih terlihat segar, tetapi dari rongga mulut ikan raksasa ini, telah mengeluarkan banyak darah.

Peristiwa ini jadi tontonan warga sekitar pantai. Menurut para nelayan, fenomena terdamparnya ikan hiu tutul raksasa dan paus kerap terjadi di laut selatan Jawa.

“Ditandai dengan adanya cuaca panas yang menyengat, dan kawanan ikan ukuran kecil keluar sehingga itulah yang jadi buruan hiu raksasa, hingga ke tepi pantai,” ujar Serka I Made Kari, Babinsa Kepanjen Gumukmas.

Yusril Ihza Mahendra Sebut Presiden Tak Berwenang Kelola KPK

Dr Herlambang P Wiratraman: Rawat Stamina Lawan Korupsi

Bukan Mane

Swasembada Gula Putih Sudah di Depan Mata

GenBI Sulsel Gelar Festival, Fashion Show Jadi Pusat Perhatian

Karena badan hiu sangat besar, akhirnya kerap terjebak di lautan dangkal, yang menyebabkan tidak bisa kembali ke tengah laut.

Untuk mencegah tubuh hiu tutul raksasa ini tidak jadi buruan warga untuk dipotong-potong, Pokdarwis dan pihak Babinsa setempat, melaporkannya ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam, BKSDA Wilayah Tiga Jember.

“Hewan ini sangat dilindungi keberadaannya oleh undang-undang karena ancaman kepunahan,” sambungnya.

Setelah sempat dilakukan pemeriksaan luar terhadap tubuh hiu tutul raksasa ini, petugas dan warga akhirnya menguburkannya di sekitar lokasi.

Selain untuk mencegah perilaku negatif oknum warga terhadap hiu ini, juga menghindari bau busuk, jika terlalu lama berada di daratan. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...