Jambore Osis Sulsel Dituding Ilegal, Begini Keluhan Peserta

0 Komentar

FAJAR. CO. ID, MAKASSAR — Kegiatan Jambore Osis yang diadakan Forum Osis (Fosis) Sulsel yang berlangsung selama tiga hari, Jumat-Minggu, 13-15 September 2019 dituding ilegal. Tanda tangan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Makassar dipalsukan.

Hal tersebut diketahui dari pengakuan salah seorang peserta inisial “W” memperlihatkan bukti sertifikat keikutsertaan Jambore Osis kepada FAJAR. Dalam dua sertifikat yang diperlihatkan, terdapat dua tanda tangan Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Makassar, Dr H Syarifuddin yang berbeda.

“Jadi sekolah saya di kasih 20 lembar piagam sesuai jumlah peserta yang ikut. Nah itu warna piagamnya beda-beda terus tanda tangannya juga beda. Udah gitu gak ada stempelnya lagi. Kentara kalau itu tanda tangan yang dipalsukan,” ungkap W.

Tak hanya itu, uang pendaftaran yang dibayarkan tak sebanding dengan kelengkapan yang disiapkan. “Kami bayar uang pendaftaran 350 per tim. Katanya, buat listrik dan MCK. Sekolah saya mengirim dua tim jadi totalnya 700 ribu. Tapi sampai di sana gak ada aliran listrik, MCKnya juga gak ada, kami numpang wudu di rumah warga dan di sekolah TK,” akunya.

Lebih lanjut, peserta juga diwajibkan untuk membawa beras satu liter per orang dan telur tiga butir. “Katanya buat konsumsi selama di sana, karena kami dilarang bawa kompor. Tapi selama di sana, kegiatannya tiga hari kami cuma dikasih makan dua kali. Itu pun makanannya kayak ngasih makan tahanan, nasi sedikit telur di bagi lima,” geramnya.

Siswa asal Takalar ini mengaku, semua sekolah ikut mengeluh pada pelaksanaan Jambore Osis di dua tempat berbeda di Kabupaten Barru, yakni di Lapangan Labandu Ralla, Tanete Riaja dan SMAN 5 Barru. “Katanya ini kegiatan abal-abal, bahkan banyak yang pulang sebelum kegiatannya selesai,” tandasnya.

Pihaknya telah berusaha mengkonfirmasi adanya kejanggalan tersebut kepada penyelenggara namun, tidak ada respon dari pihak terkait. Kecurigaan W sudah mucul sebelum kegiatan ini berlangsung. Hal itu bermula, saat teman W menanyakan soal kostum.

“Sebelum acaranya berlangsung temanku sudah protes masalah bajunya, tapi dia keluarkan temanku dari grup. Sebelum itu juga pernah di protes nabilang chat pribadi saya yang mau protes. Silakan menelpon atau video call. Begitu di video call dia matikan,” kesalnya.

Tak begitu mempermasalahkan uang pendaftaran. Menurut W, penyelenggara seolah-olah tak menghargai peserta yang dari luar daerah.

“Jauh-jauh kami ke sana sampai di sana begitu perlakuannya. Semau maunya. Dapat sertifikat juga sertifikat nda berguna. Katanya Sertifikat nasional, kertasnya saja pakai kertas yang tipis sekali, Tanda tangannya Pak Syarifuddin juga di palsukan,” kecewanya.

Ketua Dewan Pembina Fosis Sulsel, H Ahmad Wahyu membenarkan, jika Jambore Osis dilaksanakan Fosis Sulsel. Namun, Ia tak mengetahui adanya kekeliruan tanda tangan KASI Kurikulum Dinas Pendidikan Kota Makassar,

“Terus terang kelalaian ada pada kami. Kami sedang menyelediki, ada praduga sabotase. Perihal ini kami belum bisa memastikan. Masih kami kembangkan. Kami kecolongan dan kewalahan,” akunya. (aas)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...