Kelompok Taliban Diembuskan Ruhut, Ini Kata Agus Rahardjo

Senin, 16 September 2019 13:33

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Serangan terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dilakukan dengan berbagai macam cara. Setelah DPR resmi memilih tokoh yang dinilai melanggar etik berat dan revisi UU KPK, kini muncul tudingan KPK dikuasai oleh kelompok Taliban.Kelompok Taliban dituding sebagai paham yang menganut radikalisme di KPK. Tudingan itu stigmatisasi terhadap penyidik KPK yang tanpa pandang bulu melakukan penegakan hukum, melakukan operasi tangkap tangan (OTT), dan memproses sejumlah pejabat korup.Menanggapi adanya tudingan kelompok Taliban tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo menegaskan, tidak ada kelompok Taliban, apalagi tersebarnya paham radikalisme di lembaga antirasuah. Menurutnya, isu tersebut sengaja diembuskan tidak lain sebagai upaya pelemahan kinerja KPK.“Kami mengharapkan orang melakukan penelitian melalui KPK. Sama sekali isu itu tujuannya untuk mendiskreditkan KPK,” kata Agus di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (16/9).Agus mempersilakan, kelompok yang menuding adanya paham radikalisme (kelompok Taliban) untuk melakukan penelitian di KPK. Hal ini bertujuan untuk mengetahui secara mendalam terkait kinerja dan keseharian pegawai KPK.Dia mencontohkan, Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof Syamsudin Haris juga telah melakukan penelitian di KPK. Haris pun menyebut tidak ada kelompok Taliban atau paham radikalisme di KPK.“Jadi, silakan kalau mau melakukan penelitian. Saya setuju orang-orang dan Profesor yang sudah bekerja sama dengan KPK, mereka tahu dalamnya KPK, seperti Prof Syamsudin Haris dari LIPI. Karena kerja di sini dia tahu, enggak ada itu (kelompok Taliban),” tegas Agus.

Pernyataan Terbaru Jokowi Soal Pembahasan Revisi UU KPK

Bagikan berita ini:
3
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar