Keputusan DPP Golkar Tuai Protes, Tetapkan Pimpinan Dewan ke Kader yang Baru Tujuh Bulan

  • Bagikan
Ia sangat mempertanyakan keputusan dari partainya ini. Keputusan ini dinilai tidak jelas, sebagian kader-kader Golkar sangat mempertanyakan keberadaan Usman Suhuria. Kemudian mekanisme tidak jelas, karena mengusulkan harus melalui pleno. "Ini kan Usman belum jelas kualitasnya, bagaimana prestasinya? Masih banyak yang sudah berdarah-darah membangun Golkar sehingga Golkar tetap ada jaya di Sulawesi Barat. Seperti teman kita, katakanlah Hamsa Sunuba, kayak mereka yang layak untuk menduduki jabatan itu (Wakil)," jelasnya. Selama pertemuan dengan Golkar, kata dia, selalu ditekankan, bahkan dipertanyakan kepada Ibnu Munzir. "Bagaimana pak suara terbanyak? Ibnu Munzir menjawab iya tetap suara terbanyak. Nah kebijakan ini yang diterapkan di Kabupaten Polewali Mandar menentukan ketua,” ungkapnya meniru ucapan Ibnu Munzir. "Ini yang dipertanyakan kenapa tidak diberlakukan di provinsi. Kalau indikator-indikator dalam menentukan pimpinan itu kan kita lihat bagaimana prestasinya, kalau prestasi saya kan sudah pernah jadi ketua DPRD empat kali, menjadi anggota DPRD mewakili Golkar dan saya selalu jadi ketua komisi," jelasnya. Dirinya tak mengetahui secara pasti, apa kemudian pertimbangan partai sehingga mengambil keputusan tersebut. Apakah ada strategi lain untuk kepentingan Golkar di Sulbar. "Kalau ini juga menjadi alasan untuk bagaimana memajukan Golkar di Sulawesi Barat, itu tidak ada masalah, tapi hanya kepentingan pribadi sama sekali kami protes itu,” tutupnya. (taq)
Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan