Mahasiswa Baru STIM LPI Makassar Ikuti Kuliah Umum

0 Komentar

Fajar.co.id, Makassar — Ratusan mahasiswa baru Tahun Akademik 2019/2020 Sekolah Tinggi Ilmi Manajemen Lembaga Pendidikan Indonesia (STIM LPI) Makassar mengikuti kuliah umum dengan tema “Revolusi Industri 4.0 dalam Pendidikan”, di Aula Hj Andi Mihara, Senin (16/9/2019).

Kuliah Umum ini dihadiri ratusan mahasiswa baru dan civitas akademika STIM LPI Makassar. Tampil sebagai narasumber, yakni Sekpel LLDIKTI IX Sulawesi, Drs Andi Lukman MSi dan Owner Rektor Institute, Ismail Bachtiar SKM.

Wakil Ketua I bidang Akademik STIM LPI Makassar, Dr Nurdin Latif SE MSi dalam sambutanmya, mengatakan, kuliah umum ini merupakan salah satu momen yang baik. Olehnya itu, peserta kuliah umum hendaknya menyimak apa yang disampaikan oleh pemateri karena ini merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan dan wawasan mahasiswa. Khususnya dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0.

“Mahasiswa dituntut untuk melakukan inovasi dan mengikuti perubahan zaman. Karena mahasiswa merupakan pemeran utama dalam revolusi mental. Kami harap, agar adik-adik tetap berkarya, tidak hanya di bidang akademik, tapi juga di bidang lainnya,” harapnya.

Ketua Yayasan STIM LPI Makassar, Andi Sumange Lippu dampak Revolusi Industri 4.0 dalam dunia Pendidikan
pada era modern ini, informasi dan teknologi memengaruhi aktivitas dengan sangat masif. Informasi dan pengetahuan baru menyebar dengan mudah dan aksesibel bagi siapa saja yang membutuhkannya. Pendidikan mengalami disrupsi yang sangat hebat sekali.

“Era revolusi industri 4.0 merupakan tantangan berat bagi generasi muda khususnya parah mahasiswa saat ini. Jika kita tidak bisa mengikuti perkembangannya, maka kita akan mengalami kesulitan besar. Untuk itu, saya harapkan para mahasiswa STIM LPI Makassar bisa ambil bagian dalam Revolusi Industri 4.0 ini,” ungkapnya.

Sekpel LLDIKTI IX Sulawesi, Drs Andi Lukman MSi dalam paparannya, mengemukakan, bahwa revolusi industri 4.0 membutuhkan mahasiswa adaptif, terutama terhadap kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi. Sehingga, mahasiswa harus mampu menguasai informasi teknologi.

“Mahasiswa tidak lagi hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus. Namun juga perlu menggali dan mempelajari kompetensi lainnya dari berbagai sumber untuk meningkatkan kreativitasnya,” terangnya.

“Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang diajarkan di kuliah saja, tapi bagaimana mahasiswa menjadi kreatif, inovatif. Ada beberapa literasi yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi bahasa dan literasi manusia,” jelas Andi Lukman menambahkan.

Sementara Owner Rektor Institute, Ismail Bachtiar, SKM dalam materinya, menyampaikan, ada empat hal yang perlu dilakukan dalam menyikapi revolusi industri 4.0. Yakni, melakukan kolaborasi gagasan atau ide, mencari tahu akar sosial problem yang terjadi saat ini, kemudian lakukan inovasi dan terakhir adalah servis atau pelayanan.

Dalam kesempatan itu, Ismail juga mengajak mahasiswa untuk terus berinovasi dan kreatif dalam menghadapi perubahan yang terjadi.

“Jangan takut jatuh. Mereka yang tidak pernah memanjat memang tidak pernah jatuh. Jangan takut gagal, karena orang yang tidak pernah gagal hanyalah orang-orang yang tidak pernah melangkah dan mencoba,” pungkasnya. (rls)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...