Yusril Ihza Mahendra Sebut Presiden Tak Berwenang Kelola KPK

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Yusril Ihza Mahendra mengingatkan Presiden Jokowi agar hati-hati menyikapi langkah pimpinan KPK, yang menyerahkan mandat atau tanggung jawab pengelolaan lembaga tersebut. Jangan sampai Presiden Jokowi terkena jebakan.

“Ya, itu bisa membuat Presiden terjebak,” kata Yusril Ihza Mahendra dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu (15/9).

Menurut Yusril penyerahan mandat atau tanggung jawab pengelolaan KPK kepada Presiden tidak dikenal dalam undang-undang. Presiden justru bisa melanggar konstitusi jika menerima mandat dan mengelola lembaga superbody tersebut.

“Presiden tidak berwenang mengelola KPK. Presiden justru dapat dianggap melanggar konstitusi jika menjadi pengelola KPK,” kata pakar hukum tata negara itu.

Yusril menjelaskan, KPK bersifat operasional dalam menegakkan hukum di bidang tindak pidana korupsi. Sama halnya dengan polisi dan jaksa.

“Presiden tidak mungkin bertindak secara langsung dan operasional dalam menegakkan hukum,” ujar Yusril.

Dia menambahkan, tata cara pengelolaan KPK telah diatur dengan rinci dalam UU KPK. Sementara tidak ada satu pasal pun dalam UUD 1945 yang mengatur tentang KPK. “Komisioner KPK bukanlah mandataris Presiden,” kata Yusril Ihza Mahendra.

Dr Herlambang P Wiratraman: Rawat Stamina Lawan Korupsi

Bukan Mane

TPA Antang Terbakar, Puluhan Mahasiswa FTI UMI Ambil Langkah Emergency

Swasembada Gula Putih Sudah di Depan Mata

Gubernur Nurdin Abdullah Ajak Hadirkan Boarding School di LDII

Oleh karena UU KPK tidak mengenal penyerahan mandat kepada Presiden, lanjut Yusril, maka Komisioner KPK wajib meneruskan tugas dan tanggung jawabnya sampai akhir masa jabatannya.

Pasal 32 UU KPK menyatakan bahwa komisioner diberhentikan dari jabatannya karena masa jabatannya telah berakhir. Selain itu, masa jabatan komisioner berakhir jika mereka mengundurkan diri atau meninggal dunia sebelum masa jabatannya berakhir.

“Di luar itu tidak ada mekanisme lain bagi komisioner untuk mengakhiri jabatannya,” ujar Yusril Ihza Mahendra. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar