Dewan Pengawas KPK Kontroversi, Ini Penjelasan Yosanna Laoly

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Keanggotaan Dewan Pengawas KPK akan ditunjuk oleh presiden, dan merupakan bagian internal lembaga antirasuah itu sendiri.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, konsep Dewan Pengawas KPK seperti itu yang disetujui oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR dengan pemerintah.

“Dewan Pengawas itu bagian internal di dalam tubuh KPK itu sendiri. Itu kan ada mekanismenya (pemilihan anggota Dewas KPK), Presiden yang akan menunjuk,” kata Yasonna usai Rapat Kerja dengan Baleg DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin malam (16/9).

Namun Yasonna enggan menjelaskan keanggotaan Dewas KPK berasal dari unsur mana saja karena ada mekanisme yang diatur dalam revisi UU KPK.

Menurut dia, kewenangan penentuan keanggotaan dewan pengawas KPK akan diatur oleh Presiden.

“Itu kewenangan diatur nanti oleh Presiden. Kan Presiden sudah memberikan catatan dengan itu,” ujarnya.

Dia mengatakan dalam pembahasan di Baleg, ada dua fraksi yang memberikan catatan terkait keberadaan Dewan Pengawas, yang menginginkan anggota Dewas ada dari unsur DPR, tidak sepenuhnya dari pemerintah.

Menurut dia, hanya dua fraksi yang memiliki pandangan berbeda, sementara itu fraksi yang lain sepakat revisi UU KPK dibahas di Rapat Paripurna untuk disahkan menjadi UU.

Belfast Dublin

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan, Jokowi Akui Pemerintah Lalai

Manuver Politik, Suhartina Temui Amir Uskara

Karhutla dan Kabut Asap, Pemerintah Dinilai Berusaha Cari Kambing Hitam

“Kami sudah memasukkan DIM apa yang diajukan DPR, dan DIM ini sudah kami bahas dan telah diserahkan ke DPR. Dan DPR menerima DIM kami hanya sedikit perubahan, setelah kita melihat perubahan itu dapat kita akomodasi, ya kita katakan setuju,” ujarnya.

Yasonna mengatakan dirinya sepakat dengan pendapat Baleg bahwa revisi UU KPK sudah sejak lama yaitu 2015 dan saat ini sudah memasuki tahap-tahap akhir, yang salah satunya membahas mengenai pembentukan dewan Pengawas KPK.

Karena itu menurut dia, pemerintah mendukung agar proses pembahasannya terus berlanjut apalagi pemerintah sudah mengajukan Daftar Inventarisir Masalah (DIM).

“Memang ada poin yang tertunda untuk disepakati bersama DPR dengan pemerintah di tingkat Panitia Kerja. Tadi Baleg mengundang kami untuk membahas pada tingkat pertama,” katanya. (jpnn)

Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

Comment

Loading...