Kemenkumham Gelar Seminar Soal Kekayaan Intelektual

0 Komentar

FAJAR.CO.ID, MAMUJU – Divisi Pelayanan Hukum dan HAM kantor Wilayah Kemenkumham Sulawesi Barat mengadakan kegiatan seminar tentang pelanggaran hak kekayaan intelektual dengan tema “Perlindungan Kekayaan Intelektual Dalam Mendukung Perekonomian Bangsa” di ruang Baharuddin Loppa Kantor wilayah. Selasa (17/9/2019).
Seminar ini diikuti oleh 55 orang peserta yang terdiri dari Masyarakat, Polres Mamuju, UMKM, Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi dan Kabupaten, LPP dan instansi terkait di kota Mamuju dengan tujuan untuk memberikan pemahaman dan informasi  mengenai pencegahan terhadap pelanggaran hukum Kekayaan Intelektual kepada masyarakat, pihak-pihak pengembang, pemilik HKI dan mahasiswa yang berkaitan dengan Kekayaan Intelektual .
Kepala Kantor Wilayah Harun Sulianto, membuka secara resmi kegiatan ini. Dalam sambutannya ia menjelaskan  Kekayaan Intelektual telah menjadi bagian penting dalam perkembangan perekonomian Nasional maupun Internasional .
“Karya Kekayaan Intelektual akan mendapat perlindungan hukum apabila telah didaftarkan,” tegas Harun
“Setelah didaftarkan maka pemilik Hak Kekayaan Intelektual akan dapat melakukan komersialisasi karya Intelektualnya secara aman dan bebas serta apabila ada pihak lain yang tanpa seizin Pemilik Kekayaan Intelektual melalukan Komresialisasi maka dapat menjadi masalah hukum”. Lanjut Harun
Diakhir sambutannya, Harun berharap dengan kegiatan  ini sebagai upaya penyebarluasan informasi dan peraturan hukum dibidang Kekayaan Intelektual dan pencegahannya merupakan kewajiban bagi kita semua sehingga diperlukan kerjasama dan sinergitas yang baik antara Aparat Penegak Hukum, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) HKI, Pemerintah Daerah maupun Stakeholder terkait yang ada ,serta dukungan dari masyarakat.
Dikesempatan yang sama Kadiv Yankum Sri Lastami menjelaskan Selain memberikan pemahaman dan informasi mengenai pencegahan terhadap pelanggaran HKI, seminar ini juga diharapkan dapat mendorong semua pihak untuk sadar dengan pentingnya mendaftarkan Kekayaaan Intelektual.
Ia menyoroti bahwa Pendaftaran Kekayaan Intelektual pada Provinsi Sulawesi Barat yang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan wilayah lainnya di Indonesia.
Hadir Sebagai Narasumber Kepala Kantor wilayah, Kepala Divisi Pelayanan Hukum dan HAM, dan Kabid yankum sebagai PPNS KI. (hms)
Tulisan ini berasal dari redaksi Fajar.CO.ID

0 Komentar